Tips & Trik Bila Anak Mogok Makan

CARA MENGATASI SULIT MAKAN PADA ANAK

Kesulitan makan merupakan masalah individu anak, sehingga upaya untuk mengatasinya juga bersifat individual. Yakni tergantung pada beratnya serta faktor-faktor yang menjadi penyebab sulit makan.

Secara garis besar, langkah-langkah yang bisa dilakukan ibu untuk mengatasi kesulitan makan pada anak antara lain:

• Porsi disesuaikan dengan kebutuhan anak, bisa dengan porsi kecil tapi lebih sering.

Ukuran lambung anak-anak tentu berbeda ukuran dengan lambung orang dewasa. Disini, seorang ibu perlu untuk menyadari bahwa porsi makan anak-anak tentu sangat berbeda dengan porsi makan orang dewasa karena kapasitas lambungnya sudah jelas berbeda. Memberi makan pada anak dalam porsi kecil namun sering merupakan salah satu solusi, mengingat anak-anak lebih menyukai banyak bergerak daripada harus duduk manis saat makan.

image source: internet
image source: internet

• Jadwal makan disesuaikan dengan waktu lapar dan pengosongan lambungnya. Perhatikan juga jarak waktu pemberian makan, supaya anak tidak diberi makan ketika masih kenyang.

Umumnya, anak akan merasakan lapar kembali setelah ada interval jarak 2 jam setelah makan yang pertama. Namun, pada sebagian anak ada yang memiliki siklus metabolisme tubuh yang lebih cepat, maka disini si anak tentu saja akan mudah merasa lapar kembali. Juga perlu diperhatikan fase growth sprout, masa pertumbuhan yang tentunya sangat membutuhkan asupan nutrisi yang memadai. Tawarkan makanan pada si kecil dengan kalimat-kalimat yang ramah lagi menyenangkan, dan pastikan si kecil mendapatkan asupan nutrisi yang cukup untuk menemani masa pertumbuhannya.

• Berikan makan ketika anak tidak sedang lelah (biarkan anak istirahat dulu).

Tidak hanya terjadi pada orang dewasa, anak-anak pun juga mengalami kelelahan. Pulang sekolah, selepas bermain pastinya akan mempengaruhi fisik sang anak. Bantu anak untuk menyegarkan terlebih dahulu fisiknya sebelum menawarkan makanan kepadanya. Bisa dengan mengajaknya untuk mencuci muka, berganti pakaian dan rebahan beberapa menit sekedar untuk mengembalikan kesegaran ananda dan anak Anda pun siap untuk menyantap makanannya.

• Berikan anak kasih sayang, bersikaplah lemah lembut ketika menyuapkan makanan atau membujuknya supaya mau makan.

Perhatian dan kasih sayang tak hanya mampu merebut hati ananda, namun itu juga efektif sebagai senjata maut untuk membuka mulutnya dengan sukarela menerima makanan yang kita suapkan. Jangan lupa untuk mengajak anak-anak berdoa sebelum dan sesudah makan.

• Ibu bisa memvariasi makanan secara sederhana sekedar bisa menarik perhatian si kecil.

Terkadang, masa GTM atau gerakan tutup mulut itu muncul pada ananda. Disinilah kesabaran dan kreativitas para ibu diuji, karena bagaimanapun anak-anak sangat membutuhkan makanan supaya pertumbuhan tubuh dan perkembangan otaknya bisa berjalan dengan baik. Sekedar mencetak nasi dengan aneka bentuk yang disukai ananda dan mengatur tata letak lauk juga sayuran pada piring si kecil, insyaAllah akan memberikan magnet tersendiri pada ananda dan acara makan pun terlaksana dengan ceria.

• Perhatikan makanan yang disukai anak dan kombinasikan dengan menu keluarga.

Seorang ibu pastinya mengetahui dengan jelas makanan yang disukai dan tidak disukai anak. Supaya si ibu tidak terlalu capek karena harus memasak dua atau tiga menu untuk keluarga dan juga anak-anak, maka perlu diatur strategi supaya menu keluarga dan menu anak bisa tersedia keduanya tanpa perlu energi ekstra untuk memasak. Misalnya, sebelum menambahkan cabe dan atau bumbu-bumbu tajam lainnya, ambil terlebih dahulu porsi kecil untuk anak-anak. Ini perlu, karena lambung anak masih belum cukup kuat untuk menampung pedasnya cabai dan tajamnya bumbu-bumbu.

• Ajaklah anak makan bersama keluarga dan biarkan anak makan sendiri.

Secara berkala, ajak anak untuk ikut duduk bersama satu meja dengan anggota keluarga yang lain dalam satu waktu makan bersama. Disini, anak akan melihat bagaimana orang dewasa menikmati makanannya. Harapannya, si kecil nanti juga akan ikut terpengaruhi selera makannya menjadi baik.

• Berikan makan sambil bermain atau bercerita tentang pengalamannya di sekolah.

Keceriaan si kecil sepulang sekolah jangan sampai kita abaikan. Manfaatkan momen tersebut untuk menjaga kestabilan nafsu makannya. Gali cerita seru yang pernah dia alami di tengah saat makannya. Namun, perhatikan ya bunda, pastikan mulut ananda dalam kondisi kosong saat anak diajak bicara.

• Berikan pujian jika anak menghabiskan porsi makanannya.

Sesekali berikan penghargaan berupa pujian jika si kecil mampu menghabiskan makanannya dengan baik dan tanpa rewel. Selain pujian, tentunya hadiah sederhana seperti pelukan atau usapan sayang mampu memotivasi ananda supaya lebih baik lagi makannya.

• Berikan sugesti bahwa makanan yang diberikan rasanya enak. Jika perlu, ibu bisa mencicipinya di depan anak supaya anak mengikuti.

Terkadang, tanpa dicicipi, si kecil sudah langsung menolak makanan yang ibu sajikan. Untuk itu, perlu kiranya sang ibu memberikan pengertian bahwa makanan yang disajikan itu rasanya enak dan lezat. Sedikit bercerita tentang proses membuat makanan itu boleh juga untuk menarik minat si kecil.

• Ibu harus rileks ketika menemani anak makan, sebaiknya tidak dalam kondisi repot.

Terburu-buru atau sambil mengerjakan sesuatu adalah salah satu penghambat nafsu makan anak. Terkadang anak sudah mulai muncul nafsu makannya, dan mencoba sedikit demi sedikit suapan di mulutnya. Namun, karena sedang repot dan terburu-buru, alhasil ibunda tidak memperhatikan progress makan si kecil, dan menganggap si kecil tetap tidak mau makan. Hal ini tentu saja mempengaruhi mood makan ananda.

• Berikan Si kecil makanan sesuai usianya.

Banyak membaca buku-buku tentang makanan, artikel-artikel supaya bertambah referensi menu untuk ananda.
Masalah sulit makan pada anak tidak boleh disepelekan oleh orang tua, karena dampaknya yang cukup serius, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Tiap ibu bisa memilih langkah apa yang sekiranya sesuai dengan karakter anak, supaya bisa melakukan pendekatan. Dengan ketelatenan dan kesabaran, insya Allah kesulitan makan pada anak dapat diatasi. Yuk ibu, tetap semangat ya!

Leave a Reply