Kunci Pembuka Pintu Rezeki

Seorang muslim mengimani bahwa rezeki, ajal, amal, kesengsaraan dan kebahagiaan dirinya telah dituliskan dan ditakdirkan saat ia berada di dalam perut ibunya. Ia bisa mendapatkan semua itu dengan sebab-sebab yang telah ditakdirkan. Ini sebagaimana disebutkan dalam hadits Ibnu Mas’ud yang disepakati keshahihannya. Di antara sebab-sebab yang mendatangkan rezeki adalah sebagai berikut;

  1. Berusaha sebagai Kunci Utama
    Yakni berusaha mendapatkan rezeki dengan menempuh sebab-sebab yang ditakdirkan untuknya. Misalnya, bertani, berdagang, berkarya, pegawai, atau menempuh sebab lainnya yang telah ditakdirkan. Allah berfirman dalam QS Al Mulk ayat ke 15 yang artinya; “Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan, hanya kepada-Nya lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.”

  2. Bertakwa kepada Allah
    Yakni senantiasa bertakwa kepada Allah dan menaati-Nya; dengan cara mematuhi semua perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya. Allah berfirman dalam QS Ath Thalaq ayat 2-3, yang artinya; “.. barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia anak mengadakan baginya jalan keluar. Dan, memberinya rezeki dari arfah yang tiada disangka-sangkanya..”Maksudnya, siapa menaati Allah, maka Dia akan mengadakan jalan keluar baginya dari setiap kesempitan dan memberinya rezeki dari arah yang tak terpikirkan olehnya.
  3. Memperbanyak Istighfar
    Yakni banyak memohon ampunan kepada Allah.
    Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12)Dalam satu hadits disebutkan;
    “Siapa menetapi istighfar, niscaya Allah akan mengadakan untuknya kelapangan dari setiap kesusahan, jalan keluar dari setiap kesempitan, serta memberinya rezeki dari arah yang tak disangka-sangka.” HR Abu Dawud, Nasai, Ibnu Majah dan Al Hakim menshahihkannya.
  4. Bertawakkal kepada Allah
    Yakni bersandar dan meminta pertolongan kepada-Nya dalam memperoleh rezeki. Siapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Dia mencukupi kebutuhannya.
    “.. Dan, barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya…” QS. Ath Thalaq: 3
  5. Berdoa Memohon Rezeki
    Yakni hanya kepada Allah lah kita memohon rezeki. Karena Allah itu Maha Pemberi Rezeki, yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.
    “Dan Rabbmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu…'”. QS Al Mukmin: 60.
    Sungguh, Dia telah memerintahkan agar berdoa kepadaNya dan menjamin keterkabulannya bila tidak ada satu penghalang yang menghalanginya, misalnya maksiat kepada Allah dengan meninggalkan kewajiban, atau mengerjakan keharaman, atau memakan yang haram, berpakaian haram, atau menganggap lamban dikabulkan.
  6. Gemar berinfak di Jalan Allah
    Yakni, apa saja yang kalian infakkan dalam hal yang Dia perintahkan dan diperbolehkanNya (hal mubah), Dia akan memberi gantinya untuk kalian di dunia, sedang di akhirat dengan balasan pahala.
    “.. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” QS. Saba: 39Dalam sebuah hadits qudsi, Allah berfirman yag artinya; “Wahai anak Adam, berinfaklah, niscaya Aku Nafkahi kalian.” HR Muslim.“Tidaklah para hamba berada di pagi hari, melainkan pada pagi itu terdapat dua malaikat yang turun. Salah satunya berdoa, ‘Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang berinfak’, sedang yang lain berkata, ‘Ya Allah, berikanlah kebinasaan (harta) kepada orang yang menahan (hartanya).” (Muttafaq ‘alaih)

    Maka orang yang berinfak hendaklah yakin sepenuhnya dengan janji Allah, dan hendaklah menginfakkan apa yang Allah rezekikan untuknya.

  7. Selalu bersyukur kepada Allah
    Yakni mengucapkan puji syukur kepada Allah atas karunia rezekiNya dan nikmatNya secara umum. Karena, dengan bersyukur justru akan ditambah nikmatnya.
    “Dan (ingatlah juga), tatkala Rabbmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih’.” QS Ibrahim: 7

 

Manusia dengan tabiatnya mencintai kekayaan dan membenci kemelaratan, sedangkan ia tidak tahu kesudahan semua urusan. Barangkali yang sedikit lebih baik daripada banyak. Dan, sedikit lagi cukup itu lebih baik daripada banyak tapi melalaikan.

Leave a Reply