Tips Menumbuhkan Kecintaan Anak pada Buku dan Dunia Bacaan

Siapa yang tak senang memiliki anak gemar membaca? Anak seperti ini akan lebih sukses dalam mencari pengetahuan demi masa depannya. Namun kenyataannya, lebih banyak anak yang benci untuk membaca. Lebih sedikit lagi yang kutu buku. Kondisi ini belum terpecahkan karena orang tua tak mengerti duduk permasalahannya.

Berikut adalah tips yang bisa diterapkan untuk menumbuhkan minat baca pada anak-anak.

  1. Buku di mana-mana

Buatlah sebuah perpustakaan di rumah, walau hanya satu sudut kecil saja. Kunci utama pengenalan anak kepada buku adalah besarnya frekuensi ‘pertemuannya yang menyenangkan’ dengan buku. Syukur-syukur jika banyak buku menarik yang Anda sediakan khusus untuk anak-anak.

Ijinkanlah mereka untuk selalu bersama-sama dengan buku. Membaca santai di ruang keluarga, di teras, di ruang tidur, ruang makan, dsb. Biasakanlah dimana-mana mereka melihat buku. Jangan memasung anak dengan hanya memperbolehkan mereka membaca di ruang perpustakaan saja, dengan posisi duduk yang tegal saja, atau di jam-jam tertentu saja. Dalam keadaan seperti ini anak tak bisa menikmati buku yang dibacanya.

Anak membutuhkan suasana santai untuk bisa menumbuhkan rasa nimat saat membaca. Tentu saja, akhirnya diperlukan kerja keras orang tua untuk merapikan buku-buku itu kembali di saat yang ditentukan. Akan membantu pula jika mengenalkan keasyikan membaca lewat keaktifan orang tua dalam mendongeng.

  1. Jadilah Orang Tua Pembaca
    Ketika melihat orang tuanya begitu serius dan antusias membaca, anak akan penasaran, dan termotivasi untuk meniru perbuatan orang tuanya. Bermula dari motivasi inilah maka anak akan lebih mudah untuk menemukan kenikmatan dalam membaca. Sebuah keuntungan bagi orang tua, adalah karena karakter anak yang suka meniru, maka orang tua tak perlu repot-repot memberi pengertian. Anak akan meniru dengan sendirinya.
  2. Awali dengan buku yang menarik
    Sebagai langkah awal, harus dicarikan buku yang paling menarik bagi anak. Untuk usia balita, sekarang banyak tersedia buku cerita menarik bukan hanya dari segi cerita dan gambarnya saja, tetapi juga dari penampilan dan kreativitasnya.
  3. Hindarkan anak dari televisi
    Televisi adalah musuh besar bagi anak-anak. Tayangannya yang hanya menitikberatkan pada gambar dan suara, dan hanya menuliskan sepatah dua patah kata, justru membuat anak malas membaca. Gambarnya yang begitu cepat bergerak dan berganti membuat anak tak terbiasa berkonsentrasi. Padahal untuk menikmati bacaan butuh konsentrasi. Warna-warninya yang begitu semarak sangat menarik, menyaingi kondisi banyak buku anak-anak yang suram dan membosankan. Apalagi buku pelajaran sekolah dengan kertas yang buruk dan tanpa gambar. Anak yang banyak menonton televisi sulit untuk bisa menyukai buku-bukunya.
  4. Tumbuhkan Motivasi
    Seseorang akan bangkit motivasinya untuk melakukan sesuatu jika ia menemukan keasyikan dan kenikmatan. Begitu pula dalam hal membaca. Yang lebih penting untuk dilakukan adalah menumbuhkan keasyikan terlebih dahulu. Untuk menumbuhkan keasyikan, bolehkan anak memilih sendiri buku yang akan ia baca. Jangan kecewa jika pilihannya masih sangat jauh dari harapan Anda. Dan Anda tak boleh memaksanya mengubah pilihannya jika bukan karena keinginannya sendiri. Sabarlah, karena kelak jika keasyikan membaca buku telah tumbuh, akan lebih mudah untuk menyuruhnya memilih.

Leave a Reply