Inilah Perbedaan Hand Sanitizer dan Disinfektan Yang Harus Sahabat Ketahui

0
12

Gamisjilbabsyari.com – Di masa pandemi seperti sekarang ini, menjaga kebersihan merupakan salah satu langkah kunci dalam mencegah dari tertularnya virus COVID-19 ini, selain menjaga jarak atau social distancing. Dalam perjalanannya, kita dianjurkan untuk sering mencuci tangan menggunakan sabun atau membersihkan tangan dengan hand sanitizer. Selain itu juga kita harus sering membersihkan benda-benda yang sering kita sentuh menggunakan disinfektan.

ilustrasi virus covid-19
ilustrasi virus covid-19. image: shutterstock

Nah dari istilah pembersih diatas, apa sih sebenarnya hand sanitizer dan disinfektan itu, dan bagaimana perbedaannya? Sekilas terlihat sama yaitu sama-sama sebagai bahan pembersih dari virus dan kuman. Dalam artikel ini akan kami ulas bagaimana hand sanitizer dan disinfektan, serta bagaimana perbedaan diantara keduanya sebagaimana yang kami rangkum dari berbagai sumber.

Pengertian Hand Sanitizer dan Disinfektan

Sebelum mengulas perbedaan antara hand sanitizer dan disinfektan, taka da salahnya jika kita mulaipembahasan dari pengertian masing-masing barang ini.

1. Hand Sanitizer

Hand Sanitizer merupakan pembersih tangan yang memiliki kemampuan antibakteri dalam menghambat hingga membunuh bakteri. Saat ini terdapat dua bentuk hand sanitizer yaitu hand sanitizer gel dan hand sanitizer spray.

ilustrasi hand sanitizer
ilustrasi hand sanitizer. image: shutterstock
  • Hand sanitizer gel merupakan pembersih tangan berbentuk gel yang berguna untuk membersihkan atau menghilangkan kuman pada tangan, mengandung bahan aktif alkohol 60%.
  • Hand sanitizer spray merupakan pembersih tangan berbentuk spray untuk membersihkan atau menghilangkan kuman pada tangan yang mengandung bahan aktif irgasan DP 300 : 0,1% dan alkohol 60%. Sebuah penelitian menyatakan bahwa hand sanitizer yang berbentuk cair atau spray lebih efektif dibandingkan hand sanitizer gel dalam menurunkan angka kuman pada tangan.

2. Disinfektan

Disinfektan merupakan bahan kimia yang biasa digunakan untuk menghambat atau membunuh mikroorganisme (misalnya pada bakteri, virus dan jamur kecuali spora bakteri) pada permukaan benda mati seperti furniture, ruangan, lantai, dan lainnya. Disinfektan tidak digunakan pada kulit maupun selaput lendir, karena berisiko mengiritasi kulit dan berpotensi memicu kanker. Hal ini berbeda dengan antiseptik yang memang ditujukan untuk disinfeksi pada permukaan kulit dan membran mukosa.

ilustrasi disinfektan
ilustrasi disinfektan. image: pemprov jawa tengah

Disinfektan dapat digunakan untuk membersihkan permukaan benda dengan cara mengusapkan larutan disinfektan pada bagian yang terkontaminasi, misalnya pada lantai, dinding, permukaan meja, daun pintu, saklar listrik dll. Penggunaan disinfektan dengan teknik spray atau fogging telah digunakan untuk mengendalikan jumlah antimikroba dan virus di ruangan yang berisiko tinggi. Pada ruangan yang sulit dijangkau biasanya digunakan sinar UV dengan panjang gelombang tertentu. Proses ini akan mencegah penularan mikroorganisma patogen dari permukaan benda ke manusia.

Baca Juga:  Tips Alami Mengobati Bibir Pecah-pecah dan Kering

Terdapat beberapa produk disinfektan yang direkomendasikan untuk disinfeksi, misalnya sodium hipoklorit, amonium kuarterner (sejenis deterjen kationik), alkohol 70 % dan hidrogen peroksida. Perhatikan petunjuk penggunaan pada label agar produk dapat digunakan dengan efektif dan aman. Perlu diperhatikan, konsentrasi disinfektan yang digunakan serta waktu kontak antara objek dengan disinfektan (antara 1 hingga 10 menit tergantung dari jenis disinfektan). Hal yang perlu diperhatikan adalah penggunaan sarung tangan dan pastikan ventilasi yang baik untuk mengurangi paparan pada saat menggunakan disinfektan.

Perbedaan Antara Hand Sanitizer dan Disinfektan

Berikut ini adalah perbedaan yang terdapat pada kedua bahan pembersih kuman dan virus tersebut:

1. Perbedaan Istilah

Pada dasarnya, hand sanitizer dan cairan disinfektan memiliki istilah yang sama yakni campuran bahan-bahan kimia yang dapat membunuh mikroorganisme seperti kuman, bakteri, dan virus yang dapat merugikan dengan bertahan hidup dan bereproduksi di dalam sel makhluk hidup lainnya.

Namun, secara istilah hand sanitizer lebih merujuk pada tindakan untuk melakukan sterilisasi pada anggota tubuh yang rentan menjadi sumber bakteri yaitu tangan.

Sedangkan istilah disinfektan lebih erat kaitannya dengan menjauhi infeksi yang dapat dilakukan oleh bakteri, virus, dan kuman yang menempel pada benda-benda di sekitar manusia. Kemudian, virus tersebut dapat menyebar dan menyebabkan gangguan kesehatan pada tubuh manusia.

2. Manfaat

Berdasarkan istilahnya, hand sanitizer adalah cairan pembunuh kuman, bakteri, dan virus yang menempel sementara pada anggota tubuh manusia seperti tangan. Jadi, hand sanitizer hanya dapat digunakan pada manusia untuk sebagai antiseptik pencegah bakteri, kuman, dan virus.

Pada umumnya hand sanitizer tidak efektif digunakan untuk membunuh bakteri yang menempel pada permukaan benda. Sebab, hand sanitizer hanya bersifat antiseptik dimana hanya efektif apabila diaplikasikan pada anggota tubuh.
Merujuk pada istilah disinfektan, maka cairan ini lebih digunakan untuk kuman, bakteri, dan virus yang tidak menghinggapi makhluk hidup sebagai tempat tinggalnya sementara, melainkan pada permukaan benda.

Oleh karena itu, cairan disinfektan memiliki manfaat yang berbeda dengan hand sanitizer. Cairan disinfektan hanya dapat digunakan untuk mematikan kuman, bakteri, dan virus yang menempel pada permukaan benda yang ada di sekitar sahabat.

3. Cara Pemakaian

Pertama adalah cara pemakaian, hand sanitizer diciptakan untuk mengurangi jumlah kuman dan virus yang menempel di tangan, terutama setelah sahabat menyentuh permukaan yang rentan menjadi tempat penularan virus corona di masa pandemi. Cara pakainya pun sangat praktis, hanya dengan menyimpan botol kecil hand sanitizer dalam tas ke mana pun Anda pergi, dan gunakan saat diperlukan ke kedua tangan.

Baca Juga:  6 Cara Mudah Mengangkat Sel Kulit Mati Diwajah Secara Alami

Sementara itu disinfektan biasa digunakan untuk membasmi kuman dan virus yang menempel pada permukaan benda apapun yang sering disentuh. Misalnya permukaan meja, gagang pintu, toilet, saklar lampu, remot, dan mainan anak. Pemakaiannya pun cukup mudah, hanya perlu disemprotkan pada permukaan yang ingin dibersihkan, lalu dilap dengan kain agar lebih efektif membunuh kuman dan virus di permukaan.

4. Waktu Penggunaan

Untuk penggunaan, hand sanitizer bisa digunakan setiap saat dan dapat bekerja lebih efektif membunuh virus dan kuman bila Anda mengusapkannya ke seluruh bagian tangan, termasuk jari dan punggung tangan.
Berikut adalah waktu yang direkomendasikan untuk menggunakan hand sanitizer:

  • Bila sabun dan air tidak tersedia, gunakan hand sanitizer yang mengandung minimal 60% alkohol
  • Sebelum dan setelah mengunjungi teman di rumah sakit
  • Sebelum dan setelah mengelap hidung, batuk, atau bersin
  • Sebelum dan sesudah makan

Hand sanitizer tidak disarankan untuk digunakan bila tangan benar-benar kotor dan berminyak. Lebih baik segera cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik apabila tangan benar-benar kotor dan berminyak.
Sementara itu disinfektan hanya dapat digunakan sehari sekali. Pastikan Anda membaca petunjuk pemakaian sebelum mengaplikasikan disinfektan ke permukaan yang dituju.

5. Kandungan

Perbedaan disinfektan dan hand sanitizer yang paling menonjol adalah bahan-bahan yang terkandung di dalamnya. Secara umum, keduanya mengandung alkohol. Namun, dengan kadar yang berbeda-beda.

Disinfektan dapat mengandung kadar alkohol mulai dari 60 hingga 95 persen, menjadikannya sebagai pembasmi kuman virus yang lebih efektif dibanding pembersih lainnya seperti hand sanitizer. Sebagai contoh, sahabat bisa menggunakan disinfektan dengan kandungan Ethyl Alcohol 72% yang dikombinasikan dengan Eucalyptus Oil 4% sebagai antiseptik yang ampuh membasmi 99,9 persen kuman dan virus di permukaan. Tambahan kandungan Eucalyptus Oil juga dapat menghilangkan bau, mengharumkan dan menyegarkan ruangan, serta cepat kering sehingga tidak perlu dilap.

Sementara, hand sanitizer yang disarankan untuk digunakan harus mengandung kurang lebih 60% alkohol, agar bekerja dengan baik mengurangi kuman dan virus yang menempel pada tangan. Berdasarkan rekomendasi dari Caswell Medical, di masa pandemi ini penggunaan disinfektan lebih direkomendasikan karena lebih efektif membunuh kuman dan virus.

Demikianlah pengertian dari disinfektan dan hand sanitizer serta beberapaperbedaan diantara keduanya. Jadi jangan sampai salah beli disinfektan untuk membersihkan kedua tangan ya sahabat. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply