Tips Dasar dalam Mengatur Keuangan Keluarga

Mengatur keuangan keluarga adalah salah satu hal yang mutlak harus dilakukan oleh setiap rumah tangga. Dalam hal ini suami dan isteri harus bekerja sama di dalamnya sehingga keuangan keluarga lancar. Dalam keluarga muslim, suami memiliki tanggung jawab utama sebagai pencari nafkah dalam keluarga, menjemput rezeki untuk mencukupi kebutuhan seluruh anggota keluarganya. Sedangkan isteri berperan aktif dalam menjaga harta dan juga anak-anak saat suami sedang pergi mencari nafkah. Biasanya sang isteri juga berperan penting dalam mengatur keuangan keluarga, walaupun tidak menutup kemungkinan ada keluarga yang pengaturan keuangan berada di tangan suami.

Rezeki Adalah Rahasia Allah

Masalah rezeki termasuk rahasia takdir Allah yang diberikan kepada manusia. Bisa jadi semua manusia ingin menjadi kaya, tetapi pada kenyataannya tidak semua orang mendapatkannya. Mereka yang telah berusaha maksimal, bahkan dibantu adanya peluang-peluang emas sekalipun, belum bisa dipastikan menjadi kaya. Sebaliknya, tidak semua orang yang malas bekerja lantas menjadi miskin.

Karena masalah rezeki ini adalah ada dalam genggaman Allah, maka yang bisa dilakukan manusia adalah berusaha seoptimal mungkin, dengan pertimbangan bahwa rezeki yang ada di tangan orang yang bertanggung jawab akan jauh lebih baik dibandingkan jika rezeki tersebut jatuh ke tangan orang-orang yang mempergunakannya untuk keburukan.

Halalnya Rezeki, Kunci Keberkahan Dalam Rumah Tangga

Satu konsep abstrak berdimensi spiritul yang harus kita pahami adalah konsep halalnya harta, yang akan mendatangkan keberkahan bagi keluarga, yaitu kehalalan cara dan proses dalam memperoleh uang. Disini dibutuhkan peran suami dan istri untuk saling mengingatkan, dan mensupport supaya rezeki yang diperoleh adalah bersumber hanya dari yang halal saja.

Target perolehan nafkah setinggi mungkin memang harus dipasang menjadi mimpi setiap keluarga, tetapi diiringi dengan kesiapan untuk menerima dengan lapang dada, berapapun nilai rezeki yang akhirnya Allah berikan kepada kita. Kemudian, menyesuaikan anggaran pengeluaran keluarga, disesuaikan dengan pemasukan yang diperoleh.

Baca Juga:  Inilah 7 Tips dan Cara Mengatur Keuangan Bagi Muslimah Yang Belum Menikah

Tips Dasar Dalam Mengatur Keuangan Keluarga

Dalam menyiasati agar keuangan keluarga dapat seimbang, dimana pengeluaran tidak melebihi pemasukan maka dibutuhkan beberapa siasat yang perlu dilakukan. Berikut ini tips yang dapat Bunda lakukan agar pengaturan keuangan keluarga dapat berjalan lancar, yaitu:

1. Bunda harus bisa memastikan dengan benar, berapa sesungguhnya besaran nilai pemasukan keuangan. Jangan memasukkan sumber pemasukan yang belum jelas kemungkinan perolehannya atau yang sifatnya masih bersyarat. Apalagi pemasukan yang diniatkan dari sumber dengan cara berhutang, pantang untuk dilakukan.

2. Akan lebih baik bagi Bunda mengupayakan untuk menghemat semaksimal mungkin pengeluaran keluarga. Potong sana-sini sepanjang ada kemungkinan. Cari bahan-bahan komplementer, bahan pengganti, yang memiliki manfaat setara tetapi berharga lebih murah. Perhitungkan dengan baik bagaimana bisa menyusun kebutuhan prioritas. Berhati-hatilah membedakan dengan benar, antara mendesak, kebutuhan, atau keinginan.tips dasar dan mudah dalam mengatur keuangan keluarga

3. Selanjutnya penting untuk belajar menahan diri, mengekang keinginan. Menyadari bahwa tidak setiap keinginan bisa tercapai, dan bahwa semua yang diberikan Allah kepada kita, pastilah sudah yang terbaik. Itulah pertanda kasih sayang-Nya kepada kita. Perkara hal tersebut belum sesuai dengan pengharapan kita, maka Allah lah yang lebih tahu apa yang diri kita perlukan.

4. Membiasakan mencatat pengeluaran dan pemasukan keuangan setiap hari, memang memerlukan ketelatenan setiap hari. Namun, ini akan sangat membantu Bunda dalam melakukan kontrol dan evaluasi terhadap arus kas keluarga. Bukankah perhitungan keuangan yang berdasarkan ingatan saja sama sekali tidak akurat? Apalagi yang sekedar berdasarkan perasaan semata.

5. Dengan melakukan pencatatan yang rapi, Bunda pun akan mudah melakukan evaluasi. Apa yang terlalu besar di bulan sebelumnya, bisa diperkecil di bulan berikutnya. Catatan-catatan di bulan sebelumnya akan berfungsi sabagai data, yang dari sana bisa dimanfaatkan sebagai data untuk mengambil kebijakan. Sisi positif lainnya dari rajin mencatat adalah untuk mengurangi tingkat kesalahan pada distribusi keuangan keluarga. Bukankah ada kemungkinan terdapat pos-pos keuangan yang terlupa tidak dibudgetkan, atau ada kesalahan perhitungan keuangannya? Jika semuanya tertulis, kita pun akan lebih mudah melihat dan menentukan prioritas distribusi keuangan.

Baca Juga:  3 Jenis Tanaman Hias yang Menambah Cantik Rumah Anda

Nah demikianlah Bunda beberapa tips yang dapat Bunda kerjakan untuk mengontrol keuangan keluarga agar dapat „survive“ paling tidak sampai akhir bulan bagi yang memperoleh penghasilan bulanan, atau tetap mempunyai cash flow yang positif sehingga tidak perlu berhutang. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply