Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Home Kajian dan Nasihat Susah Memanfaatkan Waktu untuk Banyak Beribadah? Bacalah Artikel Ini

Susah Memanfaatkan Waktu untuk Banyak Beribadah? Bacalah Artikel Ini

Gamisjilbabsyari.com – Sebagai umat Islam kita harus mengerti bagaimana tugas kita dilahirkan di dunia ini. Tugas dan kewajiban kita adalah beribadah dengan segenap kemampuan kita kepada Allah SWT yang telah menciptakan kita, sesuai dengan amalan dan ibadah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW. Dengan mengikuti contoh Nabi Muhammad SAW tidak akan keliru dan tersesat, sehingga Allah akan memberikan pahala dan juga surga di akhirat nanti.

beribadah kepada Allah
beribadah kepada Allah. image:ruangmuslimah.com

Dalam hal memanfaatkan waktu di kehidupan kita sehari-hari, sebanarnya ada banyak sekali peluang bagi kita dalam menambah pahala di sisi Allah, yang dapat kita kerjakan dengan jalan yang mudah dan kelihatan sepele. Sebagai contoh adalah saat kita berjalan dan menemukan duri atau rintangan kecil berupa ranting pohon yang menghadang di tengah jalan, jika kita menyingkirkannya dengan niat untuk beribadah kepada Allah maka Allah SWT akan memberikan pahala kepada kita.

Kemampuan memanfaatkan satu waktu untuk bisa mengerjakan banyak ibadah hanyalah diketahui oleh orang-orang yang senantiasa menjaga waktunya. Ada banyak sekali manusia yang merasa bahwa waktu yang ada padanya begitu singkat sehingga saat mengerjakan sesuatu terasa waktunya kurang terus. Hal ini biasanya terjadi pada orang-orang yang selalu mengejar kehidupan dunianya saja tanpa memikirkan adanya kehidupan akhirat yang kekal. Kehidupan akhirat yang kekal inilah yang tengah menantinya sewaktu-waktu. Dan juga bisa terjadi sebaliknya yang terjadi pada orang-orang yang memandang dunia sebagai sarana untuk menuju kehidupan akhirat. Orang-orang tersebut akan membuat prioritas tertinggi adalah akhiratnya dan pencapaian-pencapaian di dunia adalah salah satu upaya untuk meraih kehidupan mulia di akhirat nanti. Padanya akan tumbuh sifat menerima atas segala pemberian Allah sehingga tidak akan terlalu menyibukkan diri terhadap urusan dunia saja, dan menyeimbangkannya dengan mencari pahala.

Mengerjakan kegiatan sehari-hari yang juga akan menambah pahala dari Allah SWT sebenarnya ada banyak sekali macamnya. Berikut beberapa contoh dalam memanfaatkan waktu untuk beribadah dan penerapan nyatanya dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Jika seorang muslim pergi menuju masjid dengan berjalan kaki atau berkendaraan, maka kepergiannya termasuk ibadah yang akan mendapatkan ganjaran. Namun, hal tersebut masih memungkinkan baginya untuk lebih memanfaatkan waktu ketika berjalan ke masjid, yakni dengan banyak berdzikir kepada Allah atau membaca Al Quran, maka dengan hal itu berarti ia telah bisa memanfaatkan satu waktu untuk mengerjakan banyak ibadah.
  1. Setiap muslim hendaklah menghadiri jamuan pesta yang didalamnya tidak terkandung kemungkaran, maka kehadirannya ini dinilai ibadah. Lebih dari itu, hal ini masih memungkinkan baginya untuk ebih memanfaatkan waktunya ketika bersenang-senang di acara tersebut dengan berdakwah atau mengajak teman-temannya untuk mau mengikuti syariat Islam.
Baca Juga:  Balasan Kebaikan

Misalnya, mengingatkan tentang cara makan yang disunnahkan oleh Rasulullah, yaitu makan dengan mengucapkan bismillah, makan dengan tangan kanan, makan dalam posisi duduk, berdoa setelah makan, ataupun memperbanyak dzikir kepada Allah.

  1. Seorang wanita yang mengerjakan pekerjaan rumah, yang sebenarnya perbuatan tersebut termasuk ibadah jika diniatkan demi mendekatkan diri kepada-Nya, maka dia pun dapat lebih memanfaatkan waktunya dengan ibadah yang lain, seperti dzikir kepada Allah atau mendengar kaset Islami (ceramah atau murattal), dan lain-lain.

Memperbanyak Berdzikir dan Istighfar kepada Allah

Dalam hal memperbanyak ibadah dalam satu waktu ini, Rasulullah mengajarkan kepada kita bagaimana caranya melakukan beberapa amalan dalam satu waktu, dimana salah satu waktunya digunakan untuk berdzikir kepada Allah.

Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra, ia berkata;
“Sesungguhnya kami benar-benar menghitung dzikir Rasulullah dalam satu kali majelis (pertemuan), bahwa beliau mengucapkan 100 kali istighfar dalam majelis: ‘Ya Rabbku, ampunilah aku, dan terimalah taubatku. Sesungguhnya Engkaulah Maha Penerima taubat.” HR Abu Dawud (no.1516) dan at Tirmidzi (no.3434).

Maka renungkanlah bagaimana Nabi Muhammad mengambil satu waktu untuk dua macam ibadah, yaitu berdzikir dan beristghfar kepada-Nya, dan duduk-duduk bersama para sahabat dalam rangka mengajarkan mereka tentang permasalahan agama.

Keutamaan Berdzikir Kepada Allah

Berikut adalah beberapa keutamaan berdzikir kepada Allah yang perlu kita ketahui agar kita mempunyai semangat untuk melaksanakannya:

  1. Dzikir kepada Allah adalah asas ibadah kepadaNya, karena sesungguhnya dzikir kepada-Nya adalah cara berhubungan seorang hamba dengan Sang Pencipta pada setiap waktu dan keadaan.

Berlindung kepada Al Khaliq dengan cara berdzikir menyebabkan keselamatan, menghadirkan kedekatan hati kepada-Nya, serta memperoleh kemenangan dan keridhaan-Nya.

  1. Dzikir kepada Allah adalah pembeda antara orang mukmin dan orang munafik, karena sifat umumnya orang-orang munafik hanya mau sedikit berdzikir.
  2. Setan tidak dapat menggoda manusia yang tidak lalai dari berdzikir kepada Allah. Dzikir kepada Allah diibaratkan seperti benteng kokoh yang melindungi umat manusia dari tipu daya setan. Sungguh, setan senantiasa senang akan kelalaian manusia dari dzikir kepada Allah ini.
  3. Dzikir kepada Allah adalah jalan menuju kebahagiaan.
Baca Juga:  Seputar Ibadah Wanita saat Haid tiba

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” QS. Ar Ra’d [13]: 28

  1. Dzikir harus dilakukan secara rutin, terus menerus, karena tidaklah penduduk Surga itu bersedih akan sesuatu kecuali terhadap waktu yang mereka lewati di dunia, yang tidak dipergunakan untuk senantiasa berdzikir kepada Allah. Sungguh, rutinitas dalam berdzikir mencerminkan suatu bukti hubungan yang baik kepada Allah.
  2. Barangsiapa yang senantiasa mengingat Allah, maka Allah akan mengingatnya.
  3. Maksud dzikir kepada-Nya tidak sekadar bergumam terus menerus dengan lafazh dzikir (seperti suara lebah) sedang hatinya lalai dan tertutup atas pengagungan dan ketaatan kepada Allah.

Jadi sahabat muslimah, selayaknya seorang yang berdzikir kepada Allah untuk berkonsentrasi sewaktu mengucapkan lafazh dzikirnya. Hendaklah ia menyatukan antara dzikir hati dan dzikir lisan, agar manusia senantiasa tetap terikat dalam dzikirnya kepada Allah secara zhahir dan bathin.

Sumber: lebih dari 1000 amalan sunnah dalam sehari semalam, karya Khalid Al Husainan

NO COMMENTS

Leave a Reply

%d bloggers like this: