Inilah Jenis Kain untuk Batik, Tidak Semua Kain Bisa Lho!

0
240

Gamisjilbabsyari.com – Hai sahabat gamisjilbabsyari, apakah suka dengan busana muslimah yang terbuat dari kain batik? Ya, kami yakin sahabat semua menyukainya, karena selain bentuk dan model serta pola batik yang beraneka ragam juga warnanya yang banyak dan bermacam-macam sehingga kita menjadi tertarik. Dan ada satu lagi yang ngga kalah pentingnya yaitu batik adalah salah satu hasil kebudayaan para leluhur bangsa Indonesia yang sangat penting untuk kita lestarikan. Nah bagaimanakah cara melestarikannya? Yah bagi kita yang tidak mengerti bagaimana cara membuat batik, cara melestarikannya adalah dengan cara mencintai batik dan ikut memakai busana-busana yang terbuat dari bahan batik. Selain menunjukkan kita mencintai kebudayaan, kita juga membantu para produsen dan pengrajin batik nusantara untuk tetap berproduksi dan menghasilkan karyanya.

ilustrasi batik
ilustrasi batik. image:pinterest

Namun apakah sahabat mengetahui jika batik hanya bisa dibuat di bahan kain tertentu saja? Ternyata tak semua jenis kain bisa dibatik, hanya kain berbahan tertentu yang bisa digunakan agar hasil batikan maksimal. Dari informasi yang kami dapatkan dari beberapa sumber, kain yang digunakan untuk batik harus memenuhi persyaratan teknis antara lain kuat dan tidak rusak saat proses membatik, dan dapat diberi warna pada suhu dingin atau suhu kamar karena lilin batik sebagai perintang warna tidak tahan suhu panas.

Pada umumnya jenis-jenis kain yang dapat dibuat dari serat alami seperti serat selulosa atau tumbuh-tumbuhan dan serat protein atau binatang dapat memenuhi persyaratan ysng harus dipenuhi saat membuat batik tersebut. Sesuai dengan persyaratan teknis tersebut, kain yang dapat digunakan untuk batik sampai sekarang adalah kain kapas dan kain sutra.

Inilah Jenis-jenis Kain untuk Batik

1. Kain Kapas

Kain kapas adalah kain yang terbuat dari serat kapas. Sifat umum kain kapas adalah daya serapnya baik, tahan terhadap panas, kelenturannya rendah dan penghantar panasnya baik. Beberapa jenis kain kapas yang dapat digunakan sebagai bahan dasar batik yaitu: Kain mori, Kain kapas grey, Kain rayon dan Kain kaos kapas.

a. Kain Mori

Kain mori adalah kain tenun benang kapas hasil olahan pabrik dengan anyaman polos dan diputihkan. Dari kain mori ini dibagi lagi menjadi beberapa macam yaitu: mori primissima, mori prima, mori biru, mori voalisima, dan berkolin. Berikut adalah macam-macam kain mori dan spesifikasinya:

  1. Mori Primissima, termasuk jenis kain mori yang paling tinggi kualitasnya dengan spesifikasi halus nomor benangnya, tebal benangnya tinggi, konstruksi anyaman rapat sehingga pegangan kainnya halus dan padat.
    kain mori primisima
    kain mori primisima. image: bukalapak

    Namun demikian kemampuan daya serap kurang. Sehingga untuk meningkatkan daya serap, saat ini telah diproduksi mori primissima mercerized maupun sanforized. Di pasaran antara lain dapat ditemukan dengan merek dagang Kereta Kencana, Crown, Bendera.

  2. Mori Prima, merupakan mori kualitas sedang dengan spesifikasi nomor benang sedikit lebih kasar, tebal benang lebih rendah.
    kain mori prima
    kain mori prima. image:kainmori.com

    Saat ini juga telah diproduksi mori prima mercerized dengan merek dagang antara lain Bendera, Gong, Kupu, Ayam Mas, Menjangan.

  3. Mori Biru, merupakan mori kualitas rendah dengan spesifikasi nomor benang, tebal benang dan pegangan kain lebih kasar.
    kain mori biru
    kain mori biru. image: bahankain.com

    Dipasaran dapat dijumpai antara lain dengan merek dagang Cendrawasih, Nanas, Garuda Dunia.

  4. Mori Voalisima, kualitasnya sama dengan mori primissima hanya tebal benangnya lebih rendah. Berkolin, kualitasnya sama dengan mori primissima dan telah diproses mercerized. Di pasaran dapat ditemukan dengan lebar 90 cm dan 115 cm. Biasanya kain ini digunakan untuk membuat batik lukis.
Baca Juga:  7 Tips Jitu Dalam Mengawali Bisnis Fashion

b. Kain Grey

Kain Grey adalah kain tenun benang kapas yang tidak mengalami proses pemutihan, sehingga warnanya masih alami. Kain grey dapat dibedakan lagi menjadi kain blacu, kain tenun ATBM, kain tenun Gedhog. Berikut ini adalah spesifikasi dari masing-masing kain turunan kain grey yaitu:

  • Kain Blacu, yaitu kain tenun kapas olahan pabrik, di pasaran terdapat kain blacu dengan lebar 90 cm, 115 cm, dan 150 cm.

    kain blacu
    kain blacu. image: internet

  • Kain tenun ATBM, yaitu kain tenun kapas yang dihasilkan dengan menggunakan alat tenun bukan mesin, diproduksi dengan berbagai variasi ukuran kain dengan desain struktur anyaman yang dibuat dengan doby.
    kain tenun atbm
    kain tenun atbm. image:tokonlinembl.wordpress.com

    Sebagai bahan batik banyak digunakan sebagai busana wanita maupun aksesoris.

  • Kain tenun Gedhog, dibuat dari serat kapas dengan alat tenun tradisional batik. Batik yang menggunakan tenun gedhog merupakan ciri khas batik Tuban yang tidak ditemukan di tempat lain. Tampilan fisiknya yang unik karena mulai dari penanaman kapas, menenun sampai jadi batik dikerjakan di Tuban.
    kain gedhog
    kain gedhog Tuban. image:indotrading

    Tidak diketahui secara pasti kapan kain tenun gedhog mulai diproduksi. Dari seorang pembatik yang kini telah berusia lebih dari 80 tahun diperoleh keterangan bahwa tenun gedhog telah dikenal lebih dari 100 tahun yang lalu. Disebut tenun gedhog karena bunyi ”dhog-dhog” yang terdengar pada saat proses menenun. Ada 2 jenis kapas sebagai bahan baku kain tenun gedhog yaitu yang berwarna putih dan cokelat. Kapas yang aslinya berwarna cokelat dengan nama kapas ”lawa” (”lowo” dalam bahasa Jawa), akan menghasilkan kain tenun berwarna cokelat, dan apabila digunakan sebagai bahan batik maka batik yang dihasilkan akan berwarna cokelat dan tidak pernah memiliki warna putih. Produk kain tenun gedhog mempunyai warna dan motif yang bermacan-macam. Ada yang polos, bermotif lurik, kotak-kotak dan motif lain, serta dengan satu warna atau lebih.

Baca Juga:  Tips Memakai Khimar Syar’i Bagi Muslimah

c. Kain Rayon

Kain Rayon adalah kain benang rayon yaitu serat hasil regenerasi serat selulosa, sifatnya menyerupai kapas akan tetapi kekuatannya lebih rendah terutama terhadap alkali. Dalam keadaan basah kekuatan kapas akan bertambah sementara rayon akan berkurang. Keunggulan kain rayon lebih berkilau dan mempunyai draping atau sifat menggantung lebih baik. Contoh antara lain kain shantung, kain paris rayon.

d. Kain Kaos Kapas

Kain Kaos Kapas adalah kain katun hasil rajutan, biasanya dibuat batik dalam bentuk produk kaos oblong atau T-shirt. Biasanya batik Tuban juga menggunakan kaos kapas untuk T-shirt dengan motif khas Tuban.

2. Kain Sutra

Kain sutera merupakan kain yang terbuat dari serat protein. Serat ini diperoleh dari sejenis serangga Iepidoptera dan spesies utama yang dipelihara untuk menghasilkan sutra adalah Bombyx mori. Serat sutra berbentuk filamen dihasilkan dari larva ulat sutra pada saat membuat kepompong.

Serat sutra mentah terdiri dari lebih kurang 75% fibroin dan 25% serisin yaitu sejenis perekat yang melapisi fibroin, berfungsi untuk melindungi fibroin dari gaya mekanik. Untuk proses pewarnaan lapisan serisin ini harus dihilangkan dengan proses degumming atau boil off, karena akan mengganggu penyerapan warna.

Saat ini sutra yang ada di pasaran adalah sutra import, sutra lokal, dan sutra liar.

  • Sutra import, yaitu kain sutra yang ditenun secara masinal yang dikenal dengan sutra super T54, sutra super T56, Abote, Organdi, Sifon, sutra kaca kotak, sutra salur yaitu kombinasi anyaman sutra super dengan organdi, sutra krepe, sutra kembang batu yang anyaman desain struktur dengan doby.
  • Sutra lokal, yaitu kain sutra buatan dalam negeri ditenun dengan ATBM antara lain sutra polos, sutra granitan yang anyaman desain struktur dengan doby, sutra salur.
  • Sutra liar, yaitu sutra yang dibuat dari serat ulat sutra yang dibudidayakan secara liar. Ulat-ulat sutra ini dibiarkan hidup di pohon mahoni, jambu mete, kedondong, sehingga makanannya adalah daun-daun dimana mereka hidup. Jenis serat yang dihasilkan dari ulat yang makanannya jambu mete atau daun kedondong disebut criccula, berwarna kuning keemasan. Sedangkan serat yang dihasilkan dari ulat yang makanannya daun mahoni disebut attacus, berwarna cokelat. Warna-warna tersebut merupakan warna alami.

Demikianlah sahabat gamisjilbabsyari berbagai jenis bahan kain yang biasa dibuat menjadi kain batik. Semoga dapat menambah wawasan tentang bahan kain terutama kain batik. Semoga bermanfaat.

Previous articleInilah 6 Jenis Inner Hijab Yang Harus Sahabat Ketahui
Next articleInilah Perbedaan Hand Sanitizer dan Disinfektan Yang Harus Sahabat Ketahui
Loves drawing, reading books & riding bicycle with friends.

Leave a Reply