Hindarilah 6 Penyebab Pakaian Muslimah Anda Cepat Rusak

1
728

Sahabat, pakaian muslimah sama seperti busana yang lain memerlukan perawatan yang khusus agar awet dan tidak cepat rusak, baik rusak karena koyak atau berlubang, atau juga warnanya yang pudar dan terkena noda. Memang membeli pakaian muslimah baru adalah salah satu solusi praktis untuk mendapatkan kembali koleksi busana muslimah Anda yang fresh, namun jika Anda bisa menjaganya maka alokasi dana yang hendak digunakan untuk membeli pakaian bisa ditabung atau digunakan untuk hal yang lain, sehingga lebih hemat.

Oya tahukah sahabat bahwa pakaian muslimah jika dilihat dari harganya cenderung lebih mahal? Hal ini karena memang banyak para desainer yang membuat busana muslimah syar’i ini dengan model yang berbeda sehingga biaya pembuatannya pun berbeda. Selain itu karena busana muuslimah ini umumnya berukuran lebih panjang sehingga membutuhkan bahan yang lebh banyak dan juga waktu pembuatan lebih lama. Oleh karena itu, merawat pakaian muslimah koleksi sahabat adalah jalan terbaik untuk menghemat sehingga awet dan tidak membutuhkan budget yang sering untuk membelinya.

Namun apa yang terjadi jika pakaian muslimah Anda rusak? Ya terpaksa membeli baru, apalagi kalau kerusakannya sudah besar dan susah untuk diperbaiki. Nah supaya hal itu tidak terulang pada koleksi busana muslimah Anda, berikut ini kami uraikan 6 hal utama yang sering berakibat pakaian muslimah Anda cepat rusak, sehingga Anda bisa menghindarinya.

1. Perawatan Terhadap Semua Jenis Pakaian Muslimah Itu Sama

Banyak sahabat muslimah yang menganggap bahwa semua jenis pakaian muslimah adalah sama, dan cara perawatannya pun sama. Biasanya yang beranggapan seperti ini akan memperlakukan semua pakaiannya dengan sama, mencucinya dalam satu kali cucian di mesin cuci, menjemurnya, menyeterikanya, dan sebagainya. Setelah dilakukan beberapa kali barulah terkejut saat dilihat ternyata ada pakaiannya yang rusak.

penyebab pakaian cepat rusak
penyebab pakaian cepat rusak. image credits: clear.co.id

Perawatan terhadap masing-masing pakaian muslimah adalah berbeda, tergantung dari jenis bahan pembuatnya. Sahabat dapat memilah pakaian yan akan dicuci sesuai dengan material bahannya sehingga nantinya bahan yang halus tidak akan rusak. Misalkan pakaian dari bahan jersey dan kaos janganlah dicampur dengan cucian pakaian dari bahan jeans yang kasar. Karena bahan jeans akan menggesek bahan kaos saat pencucian dan menjadikannya mudah rusak.

Selain itu, pemisahan pakaian pada saat pencucian juga dilakukan dengan melihata warna pakaiannya. Janganlah sahabat mencampur pakaian putih bersih dengan pakaian berwarna gelap dan mudah luntur, karena pada saat pencucian nanti ada kemungkinan deterjen yang digunakan akan melarutkan warna sehingga bukannya pakaian putih akan bertambah putih, tapi malah tercampur dengan warna gelap hasil lunturan pakaian berwarna.

Baca Juga:  Tips Memakai Khimar Syar’i Bagi Muslimah

Hal lain adalah saat menyeterika. Janganlah sahabat memukul rata bahwa semua jenis pakaian menggunakan seterika dengan panas yang sama. Hal ini jangan dilakukan, karena kan merusak pakaian yang mempunyai tekstur halus dan mudah rusak. Bahkan bahan pakaian muslimah dari bahan kaos tertentu seperti jersey tidak perlu diseterika, karena memang tidak gampang kusut.

2. Asal Dalam Membeli Detejen

Bagi yang tidak berhati-hati biasanya akan membeli deterjen ataau sabun untuk mencuci pakaian asal saja. Perhatikan baik-baik fungsi dari deterjen tersebut, yang biasanya sudah ada di kemasannya. Jangan tertukar untuk membeli deterjen untuk pelembut dengan deterjen untuk menghilangkan noda, karena akan fatal akibatnya. Pilih detergen yang sesuai, untuk baju putih bisa memakai detergen yang khusus mengandung pemutih. Sedangkan untuk yang berwarna bisa memilih yang biasa. Bahkan ada pula detergen yang bisa merawat warna pakaian tetap seperti semula.

Saat ini banyak tersedia merk detergen, pilih yang paling sesuai. Jangan hanya karena harganya murah atau karena ada iming-iming piring cantik di dalamnya. Pilihan bentuknya pun juga beragam, ada yang berbentuk bubuk, cair ataupun krim. Tersedia pula detergen khusus mesin cuci ataupun yang dicuci tangan. Semua tergantung pilihanmu untuk bijak dalam memutuskan yang paling sesuai dengan kebutuhan mencucimu. Terakhir, gunakan pewangi pakaian secukupnya untuk menjaga kesegaran pakaian.

3. Menggunakan Air Panas Untuk Mencuci

Bagi yang mempunyai pakaian dengan noda membandel biasanya salah satu jurus akhir untuk menghilangkan noda adalah dengan mencucinya menggunakan air panas. Hal ini memang dapat dilakukan, tetapi perhatikan juga bahan pakaian yang akan dicuci. Ada banyak bahan pakaian yang tidak bisa dicuci dengan menggunakan air panas, karena akan merusak tekstur serat kain. Selain itu dengan menncuci menggunakan air panas, warna akan lebih mudah pudar. Nanti bukannya noda saja yang hilang, tetapi sebagian warna di pakaian juga hilang sehingga yang tertinggal hanyalah pakaian pudar dan tidak layak untuk dipakai lagi. Sayang kan?

4. Menjemur Semua Pakaian Muslimah di Bawah Sinar matahari

Baca Juga:  Inilah Golongan Wanita Yang Tidak Wajib Berhijab

Kesalahan selanjutnya adalah menjemur semua pakaian muslimah yang sahabat punyai di bawah terik matahari langsung.

Pakaian muslimah yang mempunyai warna-warna terang sebaiknya dijemur dengan cara dangin-anginkan saja di tempat yang teduh. Hal ini dikarenakan jika dijemur dibawah sinar matahari langsung, warna pakaian akan lebih cepat pudar dan akhirnya menjadi kusam. Padahal busana muslim ini masih baru, sayang sekali bukan? Padahal cukup dengan diangin-anginkan saja sudah kering. Apalagi dengan kondisi cuaca sekarang yang semakin panas, insha Allah dalam suhu normal pakaian akan kering jika diangin-anginkan sekitar setengah hari saja.

5. Menyeterika Semua Pakaian Muslimah dengan Setelan panas Yang Sama

Menyeterika memang melelahkan ya sahabat? Apalagi jika dilakukan seminggu sekali. Nah biasanya yang begini akan menyeterika dengan cepat dan tidak akan mengecek panas alat seterika pakaian yang digunakan. Yang penting sudah panas, maka semua pakaian akan diseterika secara kilat.

Hal ini sebaiknya jangan dilakukan, karena masing-masing bahan pakaian mempunyai ketahanan panas yang berbeda. Ada yang hanya membutuhkan panas sedikit saja sudah licin, ada yang butuh panas tinggi untk melicinkannya. Nah oleh karena itu, saat pertama kali menyeterika pakaian muslimah, pilihlah dari jenis bahan yang mempunyai ketahanan panas rendah, dan setel temperatur seterika ke suhu yang rendah. Setelah selesai, barulah dinaikkan ke temperatur yang lebih tinggi. Dan seterusnya sampai dengan busana terakhir.

6. Cara Menyimpan Pakaian Muslimah yang Tidak tepat

Terakhir adalah cara penyimpanan busana muslimah yang tidak tepat. Tidak tepat disini adalah cara menyimpannya yang sesuai sehingga pada saat akan memakainya, sahabat akan menemukan pakaian tetap licin dan siap digunakan.
Seperti contohnya adalah pada jenis busana muslimah yang terbuat dari katun yang agak susah diseterika. Busana jenis ini lebih baik disimpan dengan cara digantung di gantungan baju agar tetap licin dan tidak kusut dalam penyimpanan. Sedangnkan jilbab-jilbab model segiempat atau jilbab instan dari bahan jersey lebih cocok untuk dilipat dan dimasukkan ke dalam lemari, karena bahan ini tidak mudah kusut.

Demikianlah sahabat muslimah 6 kebiasaan yang salah dalam merawat pakaian muslimah yang sering terjadi dan menjadikan pakaian tersebut mudah rusak dan kusut. Semoga bermanfaat, dan masih banyak tips muslimah menarik lainnya di Qorina.com

1 COMMENT

Leave a Reply