Home Kajian dan Nasihat Ciri-ciri Wanita Penghuni Surga, Andakah Salah Satunya?

Ciri-ciri Wanita Penghuni Surga, Andakah Salah Satunya?

0
14776

GamisJilbabSyari.com – Menjadi wanita penghuni surga adalah impian dan cita-cita bagi seluruh wanita muslimah di dunia ini. Betapa tidak, di akhirat nanti hanya satu dari dua tempat yang menjadi tempat tinggal kita yang kekal, yaitu surga atau neraka. Jika kita meninggal dengan memiliki amal sholeh yang lebih banyak dibandingkan dosa kita, maka kita akan masuk kesurga, demikian juga sebaliknya jika amalan kita lebih banyak yang jahat maka Allah SWT akan memasukan kita ke neraka, naudzubillahi min dzaliik.

Nah, sebagai wanita muslimah yang mempunyai sifat dan lahiriah yang berbeda dengan kaum laki-laki, maka ada beberapa perbedaan juga dalam amalan yang dilakukan untuk mendapatkan surga tersebut, seperti yang telah diajarkan oleh nabi Muhammad SAW. Mungkin sahabat muslimah pernah menemukan hadits yang menyatakan bahwa penghuni neraka sebagian besar adalah kaum wanita. Hadits-hadits tersebut antara lain adalah seperti di bawah ini:

1.“Dari Imran bin Husain radhiallahu anhu dari Nabi sallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Aku diperlihatkan di surga. Aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum fakir. Lalu aku diperlihatkan neraka. Aku melihat kebanyakan penghuninya adalah para wanita.” (HR. Bukhari, 3241 dan Muslim, 2737).

2.Adapun sebabnya, Nabi sallallahu’alaihi wa sallam ditanya tentang hal itu, lalu beliau menjelaskan dalam riwayat Abdullah bin Abbas radhiallahu’anhuma, dia berkata, Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Saya diperlihatkan neraka. Saya tidak pernah melihat pemandangan seperti hari ini yang sangat mengerikan. Dan saya melihat kebanyakan penghuninya adalah para wanita. Mereka bertanya, ‘Kenapa wahai Rasulallah? Beliau bersabda, ‘Dikarenakan kekufurannya.’ Lalu ada yang berkatak, ‘Apakah kufur kepada Allah?’ Beliau menjawab, ‘Kufur terhadap pasangannya, maksudnya adalah mengingkari kebaikannya. Jika anda berbuat baik kepada salah seorang wanita sepanjang tahun, kemudian dia melihat anda (sedikit) kejelekan. Maka dia akan mengatakan, ‘Saya tidak melihat kebaikan sedikitpun dari anda.” (HR. Bukhari, no. 1052).

3.Dari Abu Said Al-Khudri radhiallahu anhu, dia berkata, Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam keluar waktu Ied Adha atau Ied Fitri dan melewati para wanita dan bersabda: “Wahai para wanita, keluarkanlah shadaqah karena saya diperlihatkan bahwa kebanyakan penghuni neraka adalah dari kalangan kalian. Mereka berkata, ‘Kenapa wahai Rasulullah? Beliau bersabda: “Kalian sering mengumpat, dan mengingkari pasangan. Saya tidak melihat (orang) yang kurang akal dan agama dari kalangan anda semua dibandingkan seorang laki-laki yang cerdas.’ Mereka bertanya, ‘Apa kekurangan agama dan akal kami wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Bukankah persaksian (syahadah) seorang wanita itu separuh dari persaksian orang laki-laki.’ Mereka menjawab: ‘Ya.’ Beliau melanjutkan: ‘Itu adalah kekurangan akalnya. Bukankah kalau wanita itu haid tidak shalat dan tidak berpuasa.’ Mereka menjawab, ‘Ya.’ Beliau mengatakan, ‘Itu adalah kekurangan agamanya.” (HR. Bukhari, no.304).

4.Dan dari Jabir bin Abdullah radhialalhu’anhuma berkata, Saya menyaksikan shalat Ied bersama Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam. Beliau memulai dengan shalat sebelum khutbah tanpa azan dan iqamah. Kemudian berdiri bersandar kepada Bilal, dan memerintahkan untuk bertakwa kepada Allah dan menganjurkan kepada ketaatan kepadaNya dan menasehati manusia serta mengingatkannya. Kemudian beliau berjalan mendatangi para wanita, dan memberikan nasehat kepada mereka dan mengingatkannya. Beliau bersabda: ‘Bersadaqahlah para wanita, karena kebanyakan dari kalian itu menjadi bara api neraka Jahanam.’ Maka ada wanita bangsawan dan kedua pipinya berwarna (merah) berdiri bertanya, ‘Kenapa wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Karena kamu semua seringkali mengadu dan mengkufuri suami.’ Berkata (Jabir), ‘Maka para wanita memulai bersodaqah dan melemparkan gelang, giwang dan cincinnya ke pakaian Bilal.” (HR. Muslim, no. 885).

Baca Juga:  Muhasabah Diri, Kunci Sukses Kehidupan

Dalam keempat hadits diatas dijelaskan bahwa banyak dari para wanita yang masuk neraka. Hal ini tentu akan menjadikan kita sangat kuatir dan takut jika kita merupakan salah satu calon penghuninya. Hadits tersebut memang benar, tetapi hal tersebut jangan menjadikan sahabat muslimah menjadi putus asa. Karena surga juga penghuninya terdiri dari laki-laki dan perempuan yang sholeh. Mari kita jadikan hadits tersebut sebagai pemupuk semangat kita untuk semakin banyak berbuat kebaikan dan beramal sholeh sehingga cita-cita kita untuk menjadi salah satu penghuni surga dapat dikabulkan Allah SWT.

ciri-ciri wanita penghuni surga
ilustrasi: ciri-ciri wanita penghuni surga. images: internet

Selain hadits yang menjelaskan penghuni neraka, Rasulullah SAW juga bersabda bahwa wanita muslimah yang shalihah akan menghuni surga. Adapun wanita shalihah yang taat pada suami dan rajin melakukan ibadah ketaatan, tentu akan dibalas dengan pahala melimpah. Keutamaannya disebutkan dalam hadits berikut.

“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad 1: 191 dan Ibnu Hibban 9: 471. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Ciri-ciri Wanita Penghuni Surga

Untuk menjadi penghuni surga, ada beberapa sifat dan ciri-ciri yang harus kita penuhi, yang disadur dari kitab Majmu’ Fatawa karya Syaikhul Islam Ibnu Tamiyyah juz 11 halaman 422-423, seperti dilansir dari salafy.or.id. Ciri-ciri wanita ahli surga adalah sebagai berikut:

1. Bertakwa.

Ibnu Taimiyah rahimahullah memberikan kita penjelasan menarik mengenai pengertian takwa. Beliau rahimahullah berkata,

“Takwa adalah seseorang beramal ketaatan pada Allah atas cahaya (petunjuk) dari Allah karena mengharap rahmat-Nya dan ia meninggalkan maksiat karena cahaya (petunjuk) dari Allah karena takut akan siksa-Nya. Tidaklah seseorang dikatakan mendekatkan diri pada Allah selain dengan menjalankan kewajiban yang Allah tetapkan dan menunaikan hal-hal yang sunnah. Allah Ta’ala berfirman,

“Tidaklah seorang hamba mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan wajib yang Aku cintai. Dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan sunnah hingga Aku mencintainya.” Inilah hadits shahih yang disebut dengan hadits qudsi diriwayatkan oleh Imam Bukhari.” (Al Majmu’ Al Fatawa, 10: 433).

Berarti jika seseorang tidak menjalankan perintah Allah, terus melakukan maksiat dan enggan bertaubat, maka ia tidak masuk kriteria orang yang bertakwa, apalagi jika ia adalah pelaku kesyirikan yang biasa melariskan tradisi syirik. Yang terakhir ini sangat jauh dari sifat takwa.

Baca Juga:  Busana Muslimah, Mengapa Harus Syar'i?

2.Beriman dengan Sebenar-benar Iman

Beriman disini adalah sesuai dengan yang ada pada rukun iman yaitu beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari kiamat, dan beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.

3.Mengerjakan Rukun Islam Dengan Benar

Sahabat muslimah wajib mengerjakan rukun Islam secara benar yaitu bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan naik haji bagi yang mampu.

4.Ihsan

Pengertian dari ihsan adalah beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Allah, jika dia tidak dapat melihat Allah, dia mengetahui bahwa Allah melihat dirinya.

5.Ikhlas Dalam Beribadah

Sahabat muslimah harus beribadah dengan ikhlas dengan niat semata-mata kepada Allah, tawakkal kepada Allah, mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut terhadap adzab Allah, mengharap rahmat Allah, bertaubat kepada-Nya, dan bersabar atas segala takdir-takdir Allah serta mensyukuri segala kenikmatan yang diberikan kepadanya.

6.Mempelajari Al-Qur’an

Mempelajari Al-Qur’an ini antara lain dengan cara gemar membaca Al-Quran dan berusaha memahaminya, berdzikir mengingat Allah ketika sendiri atau bersama banyak orang dan berdoa kepada Allah semata.

7.Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Berbuatlah kebaikan yang sesuai dengan ajaran agama Islam dan menghidupkan amar ma’ruf dan nahi mungkar pada keluarga dan masyarakat.

8.Berbuat baik kepada makhluk hidup di sekeliling kita, kepada tetangga, anak yatim, fakir miskin, dan seluruh makhluk, serta berbuat baik terhadap hewan ternak yang dia miliki.

9.Menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, memberi kepada orang, menahan pemberian kepada dirinya, dan memaafkan orang yang mendhaliminya.

10.Suka Berinfak, baik ketika lapang maupun dalam keadaan sempit, menahan amarah dan memaafkan manusia.

11.Adil dalam segala perkara dan bersikap adil terhadap seluruh makhluk.

12.Menjaga lisannya dari perkataan dusta, saksi palsu dan menceritakan kejelekan orang lain (ghibah).

13.Menepati janji dan amanah terhadap tanggung jawab yang diberikan kepadanya.

14.Berbakti kepada kedua orang tua.

15.Menyambung silaturahmi dengan karib kerabatnya, sahabat terdekat dan terjauh.

Demikianlah beberapa sifat dan ciri wanita ahli surga yang dapat sahabat muslimah terapkan di kehidupan sehari-hari. Namun hal itu bukanlah suatu batasan mutlak bagi sahabat muslimah untuk mengeerjakan semuanya tanpa terkecuali, tetapi teruslah berusaha untuk melaksanakannya dengan segala usaha kita dalam rangka patuh, tunduk dan taat kepada Allah SAW dan Rasul-Nya. Allah Ta’ala berfirman, “ … dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah kemenangan yang besar,” (QS. An Nisa’: 13). Semoga kita, sahabat muslimah dan semua yang membaca tulisan ini dapat meraih surga sebagai cita-cita tertinggi kita di kehidupan nanti, Amiin…

NO COMMENTS

Leave a Reply

%d bloggers like this: