Home Kajian dan Nasihat Bolehkah Berpuasa Sunnah Pada Hari Jum’at?

Bolehkah Berpuasa Sunnah Pada Hari Jum’at?

11
23834

Bolehkah berpuasa sunnah pada hari jum’at? Hari jum’at adalah salah satu hari besar bagi ummat Islam, dimana banyak sekali sunnah-sunnah yang hanya terdapat pada hari ini. Lalu bagaimanakah tentang hukum berpuasa pada hari jum’at, ada banyak dalil yang menjelaskan tentang hal ini.

Berpuasa pada hari biasa hukumnya adalah boleh, tetapi menjadi haram jika dilakukan pada dua hari besar agama Islam yaitu di hari Raya Iedul Fitri dan hari raya Iedul Adha. Nah hari jum’at juga merupakan salah satu hari besar ummat Islam, oleh karena itu, ada beberapa pengecualian dalam melaksanakan ibadah seperti ibadah puasa di hari jum’at ini.

Bagaimanakah penjelasannya, mari kita simak tulisan di bawah ini.

Larangan Berpuasa Sunnah Pada Hari Jum’at Saja

Nabi Muhammad SAW melarang umat Islam untuk melaksanakan puasa pada hari Jum’at, jika puasanya tersebut dilakukan hanya pada hari itu saja, tanpa didahului puasa pada hari sebelumnya atau akan berpuasa pada hari sesudahnya, dan juga tidak dalam rangka mengerjakan puasa sunnah yang lain yang kebetulan bertepatan dengan hari jum’at misalkan puasa Arafah, Asyura maupun ayyamul bidh (puasa pertengahan bulan), ataupun puasa daud.
Dalil-dalil yang menyatakan hal itu antara lain:

1. Dalam hadits Abu Hurairah, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah salah seorang di antara kalian berpuasa pada hari Jum’at kecuali jika ia berpuasa pula pada hari sebelum atau sesudahnya.” (HR. Bukhari no. 1849 dan Muslim no. 1929).

2. Juga terdapat hadits dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ Janganlah khususkan malam Jum’at dengan shalat malam tertentu yang tidak dilakukan pada malam-malam lainnya. Janganlah pula khususkan hari Jum’at dengan puasa tertentu yang tidak dilakukan pada hari-hari lainnya kecuali jika ada puasa yang dilakukan karena sebab ketika itu.” (HR. Muslim no. 1144).

Baca Juga:  Tips Menggunakan Jilbab yang Sesuai Kaidah Islam

3. Dari Juwairiyah binti Al Harits radhiyallahu ‘anha, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menemuinya pada hari Jum’at dan ia dalam keadaan berpuasa, lalu beliau bersabda, “Apakah engkau berpuasa kemarin?” “Tidak”, jawabnya. “Apakah engkau ingin berpuasa besok?”, tanya beliau lagi. “Tidak”, jawabnya lagi. “Batalkanlah puasamu”, kata Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. (HR. Bukhari no. 1986).

Para ulama salaf sendiri banyak yang menyatakan bahwa tidak diperbolehkannya melaksanakan puasa pada hari jum’at dengan maksud untuk mengkhususkan hari itu.

Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Ulama Syafi’iyah berpendapat bahwa dimakruhkan berpuasa pada hari Jum’at secara bersendirian. Namun jika diikuti puasa sebelum atau sesudahnya atau bertepatan dengan kebiasaan puasa seperti berpuasa nadzar karena sembuh dari sakit dan bertepatan dengan hari Jum’at, maka tidaklah makruh.” (Al Majmu’ Syarh Al Muhaddzab, 6: 309).

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Jika seseorang berpuasa pada hari Jum’at secara bersendirian bukan maksud untuk pengkhususan karena hari tersebut adalah hari Jum’at namun karena itu adalah waktu longgarnya saat itu, maka pendapat yang tepat, itu masih dibolehkan.” (Syarhul Mumthi’, 6: 477).

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah berkata, “Larangan mengkhususkan puasa pada hari Jum’at dimaksudkan karena sebagian orang menyangka ada keutamaan disunnahkannya puasa pada hari tersebut. Dijelaskan di sini bahwa puasa pada hari Jum’at itu dilarang. Sebagaimana berpuasa pada hari ‘ied juga juga terlarang dan hari Jum’at juga adalah hari ‘ied pekanan.”

Demikianlah sahabat muslimah tentang puasa pada hari Jum’at boleh atau tidaknya tergantung dari niat kita. Jika kita berniat khusus akan berpuasa pada hari jum’at itu saja maka hal ini terlarang. Tetapi jika kita kebetulan saja sedang melakukan puasa sunnah yang bertepatan pada hari jum’at, maka hal itu tidak mengapa. Wallahu’alam bish shawab.

Baca Juga:  Para Wanita Shalihah di Surga, Siapakah Suaminya?

rujukan: rumaysho.com

11 COMMENTS

  1. Terima kasih atas pencerahan. Kebetulan saya berpuasa sunat Syaaban jatuh pada hari Jumaat. Saya teruskan hari Sabtu sbg peneman puasa tersebut.

  2. Maaf bu mau tanya, kalau penjelasan di artikel tersebut.
    Kalau sebelum hari jum’at tidak puasa, dan hari jum’at puasa,, maka besoknya harus puasa.
    Bagaimana dengan puasa daud bu? Senin, rabu, jum’at dan baru berpuasa lagi di hari minggunya.

    • maksudnya tidak boleh menyengajakan berpuasa pada hari jum’at saja karena tidak ada dasarnya. jika memang melakukan puasa daud yang kebetulan jatuh pada hari jum’at maka tidak mengapa, atau seperti puasa Ramadhan yang pasti akan menjumpai hari jum’at maka itu tidak mengapa.

Leave a Reply

%d bloggers like this: