Apakah Wanita Juga Mengalami Mimpi Basah?

1
1244

Apakah wanita juga mengalami apa yang dinamakan dengan mimpi basah? Agak aneh kedengarannya ya sahabat muslimah, pertanyaan yang ada pada baris pertama artikel ini. Memang kita jarang sekali mendengar hal ini, entah karena sifat wanita yang jauh lebih tertutup atau karena hal yang lain. Nah pada artikel ini akan dijelaskan apakah wanita juga mengalami hal tersebut.

Sahabat muslimah mungkin sering mendengar istilah saat anak sudah memasuki usia baligh terutama pada anak laki-laki, dimana ciri-cirinya antara lain adalah bentuk badan yang sudah seperti orang dewasa, keluar jakun, suara yang berubah menjadi lebih berat, dan juga mengalami mimpi basah. Lalu bagaimanakah dengan wanita, apakah wanita juga mengalami peristiwa ini?

Ternyata mimpi basah pada wanita yang awalnya terjadi saat anak memasuki usia baligh adalah benar adanya. Hal ini dengan diriwayatkannya sebuah hadits nabi Muhammad SAW yang sahih oleh Imam Bukhari. Bunyi hadits ini adalah sebagai berikut:

Dari Ummu Salamah, istri Nabi Muhammad SAW, ia berkata, “Ummu Sulaim, istri Abu Thalhah, datang menemui Rasulullah SAW, ia kemudian berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah tidak malu (untuk menyampaikan) kebenaran. Apakah wanita wajib mandi jika ia mimpi basah?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Ya, jika ia melihat (adanya) air mani’,” (H.R. Al-Bukhari).

Pada hadits diatas dijelaskan bahwa perempuan juga mengalami mimpi basah, sama sebagaimana apa yang terjadi pada laki-laki. Karena wanita mengeruarkan air mani seperti halnya laki-laki, dimana air mani inilah anak mirip ibu.

Lalu bagaimanakah hukumnya untuk wanita yang mengalami mimpi basah ini? Dalam bukunya yang berjudul Fikih Hadis Bukhari-Muslim, Abdullah Alu Bassam menjelaskan bahwa hukumnya wanita yang mengalaminya juga sama dengan apa yang terjadi pada laki-laki, yaitu diwajibkan untuk bersuci dengan melakukan mandi wajib. Hal ini wajib dilakukan agar bisa menjalankan ibadah yang mewajibkan badan dalam kondisi bersih dan suci, antara lain sholat.

Sumber: islampos, Fikih Hadis Bukhari-Muslim oleh Abdullah Alu Bassam, penerbit Ummul Qura

1 COMMENT

Leave a Reply