Para Wanita Shalihah di Surga, Siapakah Suaminya?

Semua mukmin baik laki-laki maupun perempuan akan masuk ke dalam surga dan di dalam Al Qur’an maupun hadits dijelaskan bahwa untuk laki-laki mukmin akan diberikan pasangan atau isteri para bidadari surga (huurul ‘ain). Bagaimanakah dengan perempuan shalihah, apa yang akan diberikan Allah sebagai pasangan mereka kelak di dalam surga? Artikel ini akan mengupas tuntas mengenai hal ini.

Sebelum membahas tentang suami atau pasangan hidup dari para wanita shalihah penghuni surga maka ada baiknya kita ulas dahulu beberapa kondisi wanita saat meninggal di dunia yaitu:

  • Wanita yang meninggal sebelum menikah
  • Wanita yang meninggal setelah ditalak oleh suaminya, akan tetapi belum sempat menikah lagi sampai dengan ia meninggal dunia
  • Wanita yang meninggal saat sudah menikah, namun suaminya tidak masuk ke dalam seurga seperti dirinya
  • Dia meninggal setelah menikah, baik suaminya menikah lagi sepeninggalnya ataupun tidak
  • Dia menikah dan suaminya meninggal terlebih dahulu, kemudian dia tidak menikah lagi sampai ia meninggal
  • Dia menikah dan suaminya meninggal terlebih dahulu, kemudian wanita ini menikah lagi

Suami Para Wanita Shalihah di Surga

wanita shalihah penghuni surga
wanita shalihah penghuni surga. image: ummi-online
  1. Untuk wanita yang meninggal sebelum menikah, meninggal setelah ditalak oleh suaminya dan belum atau tidak menikah lagi dan wanita yang meninggal setelah menikah namun suaminya tidak ikut bersamanya di dalam surga, maka Allah Subhanahu Wa Ta ‘Ala akan menganugerahinya seorang suami dari laki-laki keturunan Adam yang shalih dan masuk surga dalam kondisi tanpa mempunyai isteri karena tiga keadaan seperti si wanita ini.

Yaitu laki-laki yang meninggal sebelum menikah, laki-laki yang meninggal setelah berpisah dengan isterinya sebelum menikah lagi, atau laki-laki yang meninggal dalam kondisi menikah namun isterinya tidak ikut bersamanya masuk ke dalam surga.

Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Muslim nomor 2834: Dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu anhu Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada seorangpun bujangan di dalam surga.”

Selain itu Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata dalam kitab Al-Fatawa jilid 2 no. 177,“ Jawabannya terambil dari keumuman firman Allah Ta’ala:

“Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta.“ Di dalamnya kalian memperoleh apa yang kalian inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kalian minta. Turun dari Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Fushshilat: 31)

Dan juga dari firman Allah Ta ’ala: “Dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kalian kekal di dalamnya. ” (QS. Az-Zukhruf: 71).

Seorang wanita, jika dia termasuk ke dalam penghuni surga akan tetapi dia belum menikah (di dunia) atau suaminya tidak termasuk ke dalam penghuhi surga, ketika dia masuk ke dalam surga maka di sana ada laki-laki penghuni surga yang belum menikah (di dunia). Mereka -maksud saya adalah laki-laki yang belum menikah (di dunia)-, mereka mempunyai istri-istri dari kalangan bidadari dan mereka juga mempunyai istri-istri dari kalangan wanita dunia jika mereka mau. Demikian pula yang kita katakan perihal wanita jika mereka (masuk ke surga) dalam keadaan tidak bersuami atau dia sudah bersuami di dunia akan tetapi suaminya tidak masuk ke dalam surga. Dia (wanita tersebut), jika dia ingin menikah, maka pasti dia akan mendapatkan apa yang dia inginkan, berdasarkan keumuman ayat-ayat di atas.”

Dan beliau juga berkata pada no. 178, “Jika dia (wanita tersebut) belum menikah ketika di dunia, maka Allah -Ta ’ala- akan menikahkannya dengan (laki-laki) yang dia senangi di surga. Maka, kenikmatan di surga, tidaklah terbatas kepada kaum lelaki, tapi bersifat umum untuk kaum lelaki dan wanita. Dan di antara kenikmatan-kenikmatan tersebut adalah pernikahan.”

  1. Wanita yang meninggal setelah menikah, baik suaminya menikah lagi sepeninggalnya ataupun tidak dan wanita yang menikah dan suaminya meninggal terlebih dahulu, kemudian dia tidak menikah lagi sampai ia meninggal, maka ia akan mendapatkan suami dari suaminya di dunia.
  2. Wanita yang menikah lagi setelah suami pertamanya meninggal dunia, maka ada perbedaan pendapat di kalangan ulama. Sebagian ulama seperti Syaikh Ibnu ‘Ustaimin berpendapat bahwa wanita tersebut akan dibiarkan memilih suami mana yang dia inginkan. Ini merupakan pendapat yang cukup kuat, seandainya tidak ada nash tegas dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang menyatakan bahwa seorang wanita itu milik suaminya yang paling terakhir. Nabi Muhammad Shallallahu ‘ alaihi wasallam bersabda: “Wanita itu milik suaminya yang paling terakhir.” (HR. Abu Asy-Syaikh dalam At-Tarikh hal. 270 dari sahabat Abu Darda` dan dishohihkan oleh Syaikh Al-Albany dalam Ash-Shohihah: 3/275/1281).

Dan juga berdasarkan ucapan Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu kepada istri beliau: “Jika kamu mau menjadi istriku di surga, maka janganlah kamu menikah lagi sepeninggalku, karena wanita di surga milik suaminya yang paling terakhir di dunia. Karenanya, Allah mengharamkan para istri Nabi untuk menikah lagi sepeninggal beliau karena mereka adalah istri-istri beliau di surga,” (HR. Al-Baihaqi: 7/69/13199).

Demikianlah bagaimana suami dari para wanita shalihah di surga kelak sesuai dengan Al Qur’an dan Hadits serta pendapat para ulama. Oleh karena itu marilah sahabat muslimah sekalian berlomba-lomba untuk mendapatkan surga yang isinya adalah kenikmatan dan kebahagiaan yang tidak aka berakhir. Semoga kita semua yang membaca artikel ini mendapatkan rahmat dan hidayah dari Allah Subhanahu W Ta ‘Ala dan mendapatkan pertolongannya untuk maraih surga-Nya dan dijauhkan dari adzab neraka-Nya. Amiin. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply