Berobatlah Dengan Istighfar – Review Buku Terapi Dengan Ibadah

Sudahkah sahabat muslimah membaca buku Terapi Dengan Ibadah? Buku ini sungguh mempunyai kandungan isi yang sangat bagus dan penuh manfaat bagi kita semua khususnya umat Islam. Buku karya Hasan Ahmad Al-Hammam et al. ini sungguh akan menyadarkan kita bahwa Islam adalah agama yang sempurna, apa yang kita butuhkan semuanya ada dalam Islam. Khususnya untuk mendapatkan kesehatan baik sehat secara jasmani maupun rohani, ada dalam islam, sebagaimana dipaparkan dengan detail dalam buku Terapi dengan Ibadah ini.

Baiklah sahabat muslimah, dalam buku ini terbagi menjadi enam bagian pokok metode penyembuhan yaitu:

  1. Berobatlah dengan Istighfar
  2. Berobatlah dengan Doa
  3. Berobatlah dengan Shalat
  4. Berobatlah dengan Al-Qur’an (Ruqyah Syar’iyyah)
  5. Berobatlah dengn Puasa
  6. Berobatlah dengan Sedekah

Dalam enam bagian pokok tersebut dijelaskan dengan detail mengenai metode penyembuhan dan pengobatannya, namun dengan karena ada banyak metode penyembuhan yang ditulis dalam buku ini dan rasanya jika kami tulis semuanya akan memakan waktu yang lama, dan juga tentunya akan menjadi tidak menarik lagi bagi sahabat muslimah saat membeli bukunya, maka kami dalam artikel ini akan mengulas salah satu bagian saja dalam metode pengobatannya, dan kami pilih bagian pertama yaitu berobatlah dengan istighfar.

Berobatlah Dengan Istighfar – Review Buku Terapi Dengan Ibadah

Dalam buku ini dijelaskan denang detail mengenai makna dan arti dari kata istighfar, yaitu meminta kepada Allah SWT agar tidak terkena adzab dengan ucapan dan perbuatan. Dalam asma’ul husna (nama-nama Allah yang baik) terdapat nama Al-Ghaffar, yang artinya adalah Dia yang mengampuni dosa para hamba-Nya lagi Yang melabuhkan pakaian belas kasih kepada mereka.

berobatlah dengan istighfar-review buku terapi dengan ibadah
berobatlah dengan istighfar-review buku terapi dengan ibadah

Ibnul Jauzi menuturkan dalam kitabnya Miftahu Daris Sa’adah, “Sesungguhnya iblis berkata, ‘ Aku membinasakan anak Adam dengan dosa-dosa. Mereka membinasakanku dengan istighfar dan dengan (kalimat) ll ilaha ilallah. Maka ketika aku melihat diantara mereka seperti itu, aku pun menelusupkan pada diri mereka hawa nafsu. Sehinggamereka berdosa dan tidak mohon ampun karena mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat sebak-baiknya.’”

Sayyidul Istighfar

Sayyidul istighfar, atau pimpinan istighfar, adalah salah satu bacaan istighfar yang dicontohkan oleh nabi Muhammad SAW, hanya saja Rasulullah lebih mengistimewakan doa ini. Adapun arti dan manfaatnya adalah:

“Ya Allah, Engkau ialah Rabb-ku, tiada illah (yang berhak diibadahi) selain Engkau. Engkaulah Yang telah menciptakanku, dan aku ialah hamba-Mu. Aku senantiasa berada di atas janji kepada-Mu dan (meyakini) janji-Mu, sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan (ama) yang aku perbuat. Aku mengakui segala nikmat-Mu yang Engkau berikan kepadaku, dan aku akui juga dosa-dosaku. Maka, ampunilah aku. Sebab, tiada yang bisa mengampuni dosa-dosa selain Engkau.”

Manfaat dari sayyidul istighfar ini adalah siapa yang mengucapkannya pada pagi hari dengan penuh keyakinan terhadapnya, lalu ia meninggal dunia pada hari itu sebelum sore tiba, maka ia termasuk penduduk surga. Dan siapa yang mengucapkannya di malam hari dengan penuh keyakinan terhadapnya, dan meninggal dunia sebelum pagi tiba maka ia termasuk penduduk surga. (Hadits Riwayat Al-Bukhari).

Waktu-Waktu yang Disunnahkan Untuk Membaca Istighfar

Waktu-waktu yang disunnahkna untuk membaca istighfar antara lain:

  1. Setelah mengerjakan ibadah
  2. Di waktu sahur
  3. Pada akhir majelis
  4. Beristighfar untuk orang-orang yang sudah meninggal

Buah dan Manfaat Istighfar

Manfaat dari istighfar seperti yang dtulis dalam buku Terapi Dengan Ibadah Karya Hasan bin Ahmad Hammaam et al. ini adalah:

  1. Merupakan perintah Allah
  2. Faktor Pendatang Rezeki
  3. Penyebab Masuk Surga
  4. Penghapu Dosa-dosa dan Kesalahan
  5. Mencegah Hukum dan Azab
  6. Menyucikan Hati
  7. Mendatangkan Keturunan
  8. Menikmati Kesehatan dan Kekuatan
  9. Kabar Gembira bagi Kaum Wanita

Kisah Nyata Seputar Istighfar

Ada beberapa kisah nyata seputar istihgfar yang diangkat dalam buku ini, namun kami akan menuliskan salah satu saja. Dalam cerita ini terdapat hubungan antara istighfar dengan keberkahan rezeki bagi orang yang mengucapkannya. Ceritanya adalah sebagai berikut:

Ada seorang sahabat dari sang penulis pergi ke pasar untuk menjual barang dagangannya. Pasar tersebut telah penuh sesak oleh para penjual dan pembeli. Sahabat tersebut lalu menempati tempat yang tersedia untuk berjualan. Iapun lalu menggalar barang dagangannya untuk dijual dan duduk didekatnya.

Waktupun berjalan lama, namun tak seorangpun yang mendekati barang dagangannya. Ada orang yang mendekatinya dan melihat barang dagangannya, namun kemudian segera pergi. Padahal sahabat tersebut sangat membutuhkan uang dan harus menjual barang dagangannya agar kebutuhannya terpenuhi.

Waktu terus berjalan cukup lama dan tak seorangpun mau mebelinya. Sahabat tersebut merasakan kegundahan dan mulai berpikir apa yang harus ia perbuat.

Sejenak ia berpikir, tiba-tiba terlintas dalam pikirannya sebuah hadits yang pernah ia dengar dari imam masjid. Imam masjid tersebut pernah mengatakan tentang sebuah hadits, dimana Rasulullah bersabda:

“Barangsiapa yang memperbanyak istighfar, niscaya Allah akan menjadikan baginya kemudahan dari setiap kesusahan dan jalan keluar dari setiap kesempitan, serta Dia juga akan memberikan rezeki kepadanya dari arah yang tak disangka-sangka.”

Iapun melepaskan ikatan lisan dan hatinya, lalu terus menerus beristighfar. Ia berkata,”Demi Allah, ketika aku mulai beristighfar, orang-orang pun mendekatiku. Pembeli yang ini ingin membeli barang daganganku, yang lain ingin membelinya untuk dirinya sendiri, yang lain melebihkan harganya, dan yang lainnya menambahinya lagi. Jiwaku pun senang dan barang daganganku telah laku. Segala puji hanya milik Allah.

Aku pun segera membawa uang hasil penjualan dan pulang ke rumah. Sementara mataku mencucurkan air mata, disebabkan aku telah banyak menyia-nyiakan harta terpendam yang sangat berharga ini, yaitu istighfar. Maka, segala puji hanya milik Allah.”

Demikianlah sekilas review buku Terapi Dengan Ibadah sub bagian pegobatan dengan istighfar. Pada bagian lainnya yaitu pengobatan dengan doa, shalat, Al-Qur’an (Ruqyah Syar’iyyah), puasa dan sedekah juga dijelaskan dengan detail bagaimana cara melakukannya dengan cara yang telah dicontohkan oleh Rasulullah, sehingga terhindar dari perbuatan mengada-adakan hal yang baru dalam beribadah.

Bagaimana sahabat muslimah, tertarik dengan buku ini? Buku Terapi dengan Ibadah karya Hasan bin Ahmad Hammam et al. ini berupa hard cover, dengan isi 455 halaman ++, dan berisi tuntunan dalam pengobatan secara islami dengan beribadah. Silakan hubungi kami melalui sms/ whatsapp di nomor 085791728560 atau 085655298822 untuk pemesanan, dan dapatkan diskon khusus untuk pembelian tertentu.

Leave a Reply