Sifat-sifat Yang Menghiasi Para Pemimpin Akhirat

GamisJilbabSyari.com – Iman dan ibadah adalah dua sifat umum dimana setiap orang mukmin selalu berhias dengannya. Namun hal ini saja tidak cukup, bahkan ia wajib berhias dengan sifat-sifat yang diinginkan Allah bagi hamba-Nya yang beriman dengan ketinggian iman dan ibadahnya.

Sifat-sifat yang menghiasi para pemimpin akhirat ini maksudnya adalah dengan memiliki sifat-sifat tersebut Allah akan mengangkat derajatnya seperti para pemimpin dunia yang diberikan keistimewaan oleh rakyatnya, bahkan lebih baik lagi karena yang memberikan adalah Allah, Sang Penguasa Alam Semesta secara langsung. Sifat-sifat tersebut tidak terbatas pada laki-laki saja tanpa menyertakan perempuan, karena keduanya sama dalam martabat, pahala dan kepemimpinan. Wajib bagi orang mukmin yang beribadah kepada Allah untuk berusaha berhias diri (dengan sifat-sifat yang diinginkan Allah) dengannya sesuai dengan kemampuannya.

orang yang dicintai Allah
orang yang dicintai Allah. image: internet

Ketika ia telah terbiasa dengan salah satunya, derajatnya akan bertambah di sisi Allah, pahalanya menjadi besar, dan kepemimpinannya menjadi lebih luas. Hal serupa tentunya juga berlaku untuk perempuan.

Sifat-sifat Para Pemimpin Akhirat

Sifat-sifat yang dimiliki oleh para pemimpin akhirat itu tercermin pada:

  • Orang yang suka memuji Allah SWT

Ini adalah sifat yang tertinggi karena tidak ada sesuatu yang lebih dicintai Allah selain lisan yang memuji dan bersyukur, baik ketika lapang maupun sempit. Memuji Allah pada saat sempit lebih besar pahalanya di sisi-Nya.

Meskipun seorang hamba yang beriman ditimpa rintangan dan cobaan sebagai ujian dari Allah; baik tubuh, harta, ataupun anak-anaknya, ia akan diberi pahala selama ia bersabar. Sebagaimana Allah juga menguji orang kaya dengan kekayaannya dan orang yang fakir dengan kefakirannya. Dan, ujian yang p[aling berat adalah ujian kefakiran dan cobaannya.

Terkadang orang fakir juga diuji pada tubuhnya, yaitu dijangkiti sakit ganas dan menyulitkan atau cobaan pada anak dan istrinya. Allah telah memberi kabar gembira kepada orang-orang yang memuji-Nya dengan kabar gembira yang agung di dalam firman-Nya;

“Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, beribadah, memuji (Allah), yang mengembara (demi ilmu agama), ruku’, sujud, menyuruh berbuat makruf dan mencegah berbuat munkar dan memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mukmin itu.” QS At Taubah:112

Maka setiap orang yang telah menikmati sifat-sifat keimanan ini, akan mengantarkannya menjadi salah satu pemuka dan pemimpin di akhirat dan surga-surga yang penuh dengan kenikmatan.

  • Orang yang bersabar

Martabat orang-orang yang bersabar sama dengan orang-orang yang memuji. Kesabaran adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari sebab-sebab adanya sesuatu, ia merupakan pemimpin dan tanda cobaan, ujian, serta eksistensinya.

Baca Juga:  Darah Istihadhah Pada Wanita, Pengertian dan Jenisnya

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya..” QS Al Mulk: 2

Cobaan dan ujian tidak mungkin akan terjadi, kecuali dengan ketabahan dan kesabaran terhadap ketentuan Allah.

  • Orang-orang yang berjihad di jalan Allah

“Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapatkan kemenangan.” QS At Taubah: 20

  • Orang-orang yang Berinfak di Jalan Allah

Mereka adalah salah satu tiang din yang dimuliakan Allah di dunia dan akhirat. Orang-orang yang berinfak adalah orang-orang yang diluaskan oleh Allah, diberi rezeki, dilimpahkan kenikmatan dunia, dimuliakan di antara yang lan, dan dijadikan rezeki berada di tangan mereka.

  • Orang-orang yang Menahan Marah dan Memaafkan Manusia

Menahan kemarahan dan memaafkan manusia adalah dua akhlak muslim yang mulia, yang diperintahkan oleh Allah  agar dimiliki hamba-hambaNya yang beriman.

Allah telah menjadikan orang-orang yang berinfak, menahan marah, dan memaafkan manusia sebagai orang-orang muhsin yang dicintaiNya.

  • Orang-orang yang berbuat Ihsan

Orang-orang yang berbuat ihsan adalah orang-orang yang hidup dalam benteng yang kuat dengan akhlak dan seluruh kemuliaan. Mereka juga sampai pada derajat yang mulia dalam sifat-sifat manusia yang tinggi dan luhur.

  • Ulama yang Mengamalkan Ilmunya

Ulama yang memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah adalah para pemimpin dan pemuka di akhirat. Mereka tidak terbatas pada orang-orang yang memahami ilmu dien saja. Sebab, kata ilm dan alim mencakup seluruh jenis ilmu yang bisa digunakan untuk membantu manusia dan merealisasikan keamanan, kebebasan, dan hidup yang nyaman bagi orang-orang yang diberi kekuasaan oleh Allah di muka bumi ini; ilmu yang diiringi dengan niat yang tulus untuk membantu kebaikan manusia serta adanya syarat iman kepada Allah dan menampakkan keesan-Nya semata.

  • Imam yang Adil

Yaitu para pemimpin, kepala pemerintahan, raja, khalifah, hakim, dan setiap orang yang memiliki kepemimpinan, kekuasaan, kewenangan, dan pengaruh atau dengan kata lain setiap orang yang memegang kendali urusan manusia, baik sedikit maupun banyak, termasuk dalam lingkup kata tersebut (imam).

Rasulullah telah menceritakan kepada kita tentang imam yang adil dan bagaiman akedudukanya pada hari kiamat. Dimana Allah akan menjadikannya sebagai bagian dari orang-orang yang berada dalam lindungan Arsy-Nya, pada hari yang tidak ada pelrindungan kecuali perlindungan-Nya. Ia berada di urutan pertama dari tujuh kelompok dan mereka lebih diutamakan.

  • Orang-orang yang menyuruh kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran

Memerintahkan kepada perbuatan makruf dan mencegah perbuatan mungkar wajib dilaksanakan, sehingga manusia akan dihisab dengan hisab yang ringan pada hari akhirat. Hal itu karena Allah mencintai perbuatan makruf dan membenci perbuatan mungkar.

  • Orang-orang yang Zuhud dan Wara

Zuhud yang sesungguhnya adalah zuhud dari yang haram dengan segala aspek dan bentuknya, baik yang besar maupun yang kecil. Zuhud dari ketamakan dunia, disamping berusaha dan beramal untuk mendapatkan rezekis erta penghidupan sehingga ada kemampuan untuk berinfak, berbuat baik, berjihad di jalan Allah, dan berbuat baik untuk din. Zuhud tidak berarti hanya duduk-duduk sambil selalu melakukan ketaatan, tanpa berusaha untuk mendapatkan kehidupan yang mapan dan bahagia agar kita tidak meminta, kecuali kepada Allah semata.

  • Orang-orang yang Mengingat dan Memuji Allah

Allah berfirman dalam hadits qudsi;

Baca Juga:  Batasan Aurat Wanita Muslimah Bagi Mahramnya Yang Harus Diketahui

“Orang-orang yang berkumpul hari ini akan mengetahui siapakah orang yang mulia.”
Ada yang bertanya, “Siapakah orang mulia tersebut wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab, “Orang-orang yang duduk berzikir di masjid-masjid.” HR. Ahmad dan Abu Ya’la.

  • Orang-orang yang Hafal Al Quran dan mengamalkannya

Ibnu Abbas menuturkan bahwa Rasulullah bersabda;
“Orang-orang yang paling mulia di antara umatku adalah orang yang hafal Al Quran dan orang-orang yang bangun di waktu malam.” HR. Ath-Thabrani dan Al Baihaqi.

  • Orang-orang yang saling mencintai karena keagungan Allah

Orang-orang yang saling mencintai karena Allah adalah orang-orang pilihan yang mampu membangun masyarakat yang selamat, bebas dari kerendhan dan ketamakan dunia. Masyarakat yang terbangun tersebut sulit untuk dihancurkan, karena tidak ada masyarakat yang lebih kuat daripada masyarakat yang terbebas dari keinginan duniawi. Cinta karena Allah adalah cinta yang paling kuat, hubungan yang paling mulia, dan ikatan yang paling baik.

Demikianlah sahabat muslimah orang-orang yang beriman lebih dulu adalah orang-orang yang memiliki kemuliaan yang di dalam diri mereka terkumpul semua sifat yang telah disebutkan atau sebagian darinya. Mereka adalah orang-orang yang berinfak, zuhud, menjaga kehormatan, ahli zikir, wara’, memerintahkan perbuatan makruf dan mencegah perbuatan mungkar.

*disarikan dari buku Surga & Neraka karya DR. Mahir Ahmad.

Leave a Reply