Seputar Ibadah Wanita saat Haid tiba

GamisJilbabSyari.com – Menstruasi, haid atau datang bulan adalah perubahan fisiologis dalam tubuh wanita yang terjadi secara berkala dan dipengaruhi oleh hormon reproduksi baik FSH-Estrogen atau LH-Progesteron. Secara etimologi, haid berarti aliran. Sedangkan secara terminologi, haid adalah darah yang keluar dari pangkal rahim seorang wanita dalam waktu-waktu tertentu bukan karena sakit atau kecelakaan, tetapi merupakan sesuatu yang telah digariskan Allah kepada kaum hawa.

ibadah saat haid bagi wanita muslmah
ilustrasi ibadah saat haid bagi wanita muslmah. image: internet

Allah subhanahu wa ta’ala menciptakan manfaat pada darah haid di dalam rahim yaitu sebagai nutrisi anak saat masih di dalam kandungan (sewaktu hamil), selanjutnya diubah menjadi ASI pasca kelahiran, dan apabila seorang wanita tidak hamil atau menyusui, sisa darah ini tidak disalurkan, hingga ia keluar pada waktu-waktu tertentu yang dikenal dengan datang bulan atau haid atau menstruasi atau siklus bulanan.

Pada saat seorang perempuan mengalami menstruasi atau haid, ada beberapa ibadah yang justru terlarang untuk dilakukan. Namun ada juga ibadah yang tetap diperbolehkan untuk dikerjakan ketika haid datang.

Ibadah Yang Diperbolehkan Saat Haid Tiba

Pada saat haid datang, seorang wanita tetap diperbolehkan untuk mengerjakan ibadah-ibadah harian sebagai berikut:

  • Dzikir
    Saat haid datang, makad zikir tidak boleh ditinggalkan. Setidaknya, dzikir harian pagi sore diusahakan tidak absen. Ini untuk menjaga diri seorang wanita agar selalu mengingat Allah. Terkadang, seseorang yang sedang dalam masa haid akan merasa malas yang teramat sangat, namun tetap harus dilawan supaya rasa malasnya tidak terus menjadi-jadi yang akan menyebabkan seorang wanita tidak produktif.
  • Mencari Ilmu
    Mencari ilmu atau memperdalam ilmu agama tetap diperbolehkan selama masa haid berlangsung, bahkan harus ditingkatkan. Sahabat muslimah bisa datang ke kajian-kajian atau mejelis taklim, atau juga membaca buku-buku agama. Mempelajari hadits dan tafsir Al Quran juga tetap diperbolehkan.
  • Mendengarkan Al Qur’an
    Seorang wanita muslimah hendaknya senantiasa menghiasi hari-harinya dengan Al Qur’an, salah satunya adalah dengan mendengarkan bacaan Al Qur’an. Hal ini akan menjaga kondisi hati agar selalu dekat dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
  • Membaca Al Quran dengan tanpa Menyentuh Mushafnya
    Seorang wanita bisa membaca Al Quran tanpa menyentuhnya supaya hafalan Al Quran nya tidak hilang.
  • Bersujud ketika mendengar ayat sajadah karena sujud tilawah tidak dipersyaratkan thoharoh menurut pendapat paling kuat.
  • Menghadiri sholat Ied (tidak ikut sholat, hanya hadir di lapangan)

Ibadah yang Dilarang Dilakukan Oleh Wanita Yang Sedang haid

Setelah di atas dijelaskan beberapa ibadah yang boleh dilakukan pada wanita saat haid, maka berikut ini adalah ibadah-ibadah yang tidak boleh dilakukan disaat wanita muslimah sedang haid.

saat haid bagi wanita muslimah
ilustrasi saat haid bagi wanita muslimah. image: internet

Beberapa ibadah yang tidak boleh dilakukan ketika seorang wanita sedang haid/menstruasi adalah;

Baca Juga:  Amalan Seorang Muslim Ketika Datang Hujan

Shalat dan Puasa

Shalat dan puasa adalah amal ibadah yang terlarang dilakukan oleh wanita muslimah yang sedang haid. Dalilnya adalah sebagai berikut:

  • Dari Abu Said radhiyallahu ‘anhu, Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
  • أَلَيْسَ إِذَا حَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ ، وَلَمْ تَصُمْ فَذَلِكَ نُقْصَانُ دِينِهَا

“Bukankah bila si wanita haid ia tidak shalat dan tidak pula puasa? Itulah kekurangan agama si wanita.” (Muttafaqun ‘alaih, HR. Bukhari no. 1951 dan Muslim no. 79)

  • Dari Mu’adzah, ia berkata bahwa ada seorang wanita yang berkata kepada ‘Aisyah,

أَتَجْزِى إِحْدَانَا صَلاَتَهَا إِذَا طَهُرَتْ فَقَالَتْ أَحَرُورِيَّةٌ أَنْتِ كُنَّا نَحِيضُ مَعَ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – فَلاَ يَأْمُرُنَا بِهِ . أَوْ قَالَتْ فَلاَ نَفْعَلُهُ

“Apakah kami perlu mengqodho’ shalat kami ketika suci?” ‘Aisyah menjawab, “Apakah engkau seorang Haruri? Dahulu kami mengalami haid di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup, namun beliau tidak memerintahkan kami untuk mengqodho’nya. Atau ‘Aisyah berkata, “Kami pun tidak mengqodho’nya.” (HR. Bukhari no. 321)

Jika wanita tersebut telah suci dari haidnya, ia diwajibkan untuk mengganti puasa dan tidak diperintahkan untuk mengganti shalat yang ditinggalkan.

Memegang Mushaf  Al Quran Tanpa Perantara

Selain shalat dan puasa, memegang mushaf dengan tangan secara langsung juga tidak diperbolehkan oleh wanita yang sedang haid. Wanita haid tidak diperbolehkan memegang mushaf Al Quran tanpa perantara semisal kain atau sarung tangan, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala;

“Tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan” QS Al Waqi’ah (56) : 79

Juga berpedoman atas surat yang ditulis Rasulullah untuk Amru bin Hazam:

“Tidak menyentuh mushaf melainkan orang yang suci” (HR Nasai dan selainnya)

Hadits tersebut meyerupai mutawatir karena semua sahabat menerimanya.

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah,
“Madzhab imam yang empat berpendapat tidak boleh menyentuh mushaf melainkan orang yang suci. Adapun membaca Al Quran bagi wanita haid dengan tanpa menyentuhnya, maka masih terdapat khilaf (perbedaan pendapat) di antara para ulama. Ahlul ilmi berpendapat bahwa wanita haid tidak boleh membaca Al Quran kecuali karena terpaksa, sebagaimana jika ia khawatir (hafalannya) lupa. Wallahu’alam.

Thawaf di Baitullah

Wanita haid diharamkan melakukan thawaf di Baitullah. Sebagaimana sabda Rasulullah saw kepada Aisyah ra yang sedang haid;

“Lakukanlah seperti apa yang dilakukan orang yang berhaji selain thawaf di Baitullah hingga kamu bersuci,” HR. Bukhari dan Muslim

Tanda-tanda Selesai Haid

Seorang wanita dapat mengetahui berhentinya darah dengan salah satu dari dua indikasi berikut:

  1. Keluarnya ashatul Baidha’ (keputihan), yakni air berwarna putih mengikuti haid dan terkadang tanpa warna putih. Akan tetapi warnanya berbeda-beda antara satu wanita dengan yang lainnya.
  2. Seorang wanita bisa memasukkan kain atau kapas ke dalam kemaluannya dan ketika dikeluarkan tetap kering. Tidak ada cairan darah, warna keruh atau kekuning-kuningan.
Baca Juga:  Inilah Sebab Rezeki Terhenti Yang Harus Anda Ketahui

Apa Yang Harus Dilakukan Saat Masa Haid Selesai?

Saat masa haid selesai, wanita diwajibkan untuk membasuh seluruh badannya menggunakan air (mandi) dengan niat bersuci.

Rasulullah saw bersabda;

“Apabila haidmu datang, tinggalkanlah shalat. Apabila haidmu selesai, mandilah lalu shalatlah,” HR Bukhari.

Tata Cara Mandi

Tata cara mandi untuk wanita yang ingin bersuci dari haid adalah sebagai berikut:

  • Meniatkan (dalam hati) untuk menghilangkan hadats dan bersuci untuk shalat atau semisalnya, lantas mengucapkan “BISMILLAH”
  • Mengguyurkan air ke seluruh tubuhnya dan membasahi pangkal rambut di kepalanya.
  • Seorang wanita tidak perlu menguraikan rambutnya yang dikepang, tetapi cukup dibasahi dengan air.
  • pabila penggunaan air tersebut ditambah dengan daun bidara atau media pembersih lainnya, maka hal ini baik.
  • an, disunnahkan untuk menyediakan kain yang dilumuri minyak wangi lantas dioles-oleskan ke dalam kemaluannya setelah mandi, sebagaimana Rasulullah perintahkan kepada Asma.

Penting untuk diperhatikan

Jika wanita telah suci dari haid atau nifasnya sebelum matahari tenggelam, maka pada hari itu juga ia tetap harus mengerjakan shalat Dhuhur dan Ashar. Jika telah suci sebelum terbit fajar, ia wajib mengerjakan shalat Maghrib dan Isya dengan cara dijamak. Sebab, waktu shalat yang kedua adalah waktu untuk mengerjakan shalat yang pertama saat keadaan udzur.

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah;
“Dalam masalah ini, jumhur ulama seperti Malik, Syafi’i dan Ahmad berpendapat apabila wanita haid telah suci di sore hari, ia wajib shalat Dhuhur dan Ashar dengan dijamak. Sedangkan apabila wanita tersebut suci di akhir malam (sebelum terbit fajar), ia wajib shalat maghrib dan Isya dengan dijamak. Hal tersebut dinukil dari Abdurrahman bin Auf, Abu Hurairah dan Ibnu Abbas. Sebab, waktu shalat itu bisa mengkombinasikan dua shalat ketika terdapat udzur. Karenanya, jika wanita itu suci pada sore hari, maka waktu dhuhur tetap berlaku baginya, sehingga ia berkewajiban shalat Dhuhur sebelum Ashar. Begitu pula jika wanita itu suci pada akhir malam, maka waktu Maghrib tetap berlaku bagunya saat terdapat udzur, sehingga ia harus shalat maghrib terlebih dahulu sebelum shalat Isya.”

Demikianlah artikel seputar masalah ibadah wanita saat haid tiba. Semoga dapat menambah ilmu dan pemahaman kita semua sehingga dapat menjalani agama Islam ini sesuai dengan Al-Qur’an dan As Sunnah. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply