Inilah Dosa-dosa Yang Akan Terus Bertambah Meski Sudah Meninggal Dunia

Manusia hidup akan terus bertambah amal pahala dan juga dosanya sesuai dengan apa yang ia perbuat di hari-harinya, dan setelah itu ia akan kembali ke akhirat, kembali kepada Allah SWT untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatannya selama di dunia.

Saat manusia sudah meninggal dunia maka akan terputus amal perbuatannya selama di dunia. Namun, ada diantara amal perbuatan manusia selama di dunia yang akan terus bertambah sesuai dengan apa yang ia tinggalkan dan diteruskan oleh manusia-manusia sesudahnya. Hal ini terjadi dimana jika ia meninggalkan amal yang baik, maka saat kebaikannya diteruskan oleh orang lain maka amal kebaikan dan pahala akan terus didapatkannya, namun saat ia meninggalkan perbuatan buruk dan diteruskan oleh manusia sesudahnya, maka ia akan mendapatkan tambahan dosa.

Allah SWT telah memerintahkan kepada kita untuk memperbanyak perbuatan kebajikan, begitu juga dengan nabi dan rasul-Nya. Dengan memperbanyak amal kebajikan maka kita akan mendapat banyak pahala dan jika kita dapat mengajak orang lain untuk ikut berbuat kebajikan, maka insya Allah kita akan terus mendapat tambahan pahala selama orang tersebut masih berbuat kebajikan.

Dosa Yang Terus Bertambah Saat Kita Sudah Meninggal Dunia

Sebagaimana pahala yang dapat terus bertambah saat kita sudah meninggalkan dunia ini, hal ini juga sama terjadi pada dosa yang telah kita perbuat. Jika kita melakukan perbuatan dosa dan juga mengajak orang lain untuk berbuat keburukan, maka saat kita meninggal dan orang tersebut tetap berbuat keburukan, atau bahkan mengajak orang lain untuk ikut, maka kita akan mendapatkan tambahan dosa dari perbuatan orang tersebut, walaupun kita sudah meninggal dunia.

dosa-yang-terus-bertambah-walaupun-sudah-meninggal
dosa yang terus bertambah walaupun sudah meninggal (ilustrasi)

Dalam hadits yang sahih, ada dua macam perbuatan keburukan yang akan terus menambah dosa kita walaupun kita sudah meninggal dunia. Kedua macam dosa itu adalah:

Baca Juga:  Para Wanita Shalihah di Surga, Siapakah Suaminya?

1.Orang Yang Menjadi Pelopor Kemaksiatan

Menjadi pelopor perbuatan maksiat, hal itu berarti bahwa orang tersebut adalah sebagai orang yang pertama melakukan perbuatan maksiat tersebut. Jika orang tersebut menjadi orang yang pertama melakukan perbuatan maksiat, dan kemudian ada orang-orang di sekitarnya yang melihat dan kemudian mengikutinya, maka sang pelopor perbuatan maksiat tersebut akan mendapatkan tambahan dosa dari perbuatan orang-orang yang mengikutinya, walaupun orang tersebut sudah meninggal dunia. Begitu juga dengan sang pengikutnya yang akan mendapatkan dosa sesuai dengan apa yang telah diperbuatnya.

Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah dari Jarir bin Abdillah Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah ﷺ bersabda, “Siapa yang mempelopori satu kebiasaan yang buruk dalam Islam, maka dia mendapatkan dosa keburukan itu, dan dosa setiap orang yang melakukan keburukan itu karena ulahnya, tanpa dikurangi sedikitpun dosa mereka,” (HR. Muslim).

Hal ini tentu sangat merugikan bagi orang yang mengerjakan kemaksiatan di awal tersebut. Bisa jadi dia sebenarnya hanya berniat untuk berbuat kemaksiatan untuk dirinya sendiri dan tidak mengajak orang lain, namun karena orang lain mengikuti jejaknya maka dia mendapatkan dosanya juga. Oleh karena itu, janganlah sekali-kali mendakati perbuatan maksiat.

2.Menyerukan Perbuatan Maksiat dan Kesesatan

Jika pada poin pertama adalah seorang yang pertama kali berbuat maksiat namun belum pasti orang tersebut mengajarkannya kepada orang lain, namun di poin kedua ini adalah orang yang secara langsung mengajak orang lain untuk ikut bersamanya untuk melakukan perbuatan maksiat dan kesesatan. Menyerukan dan mengajak orang lain berbuat kesesatan adalah hal yang buruk, dimana orang yang ia ajak belum tentu menyadari bahwa perbuatan yang dikerjakannya adalah perbuatan yang buruk dan merugikannya. Maka jika orang lain mengerjakan perbuatan buruk yang ia ajarkan, orang tersebut akan mendapatkan tambahan dosa dari setiap pelaksanaan perbuatan buruk yang ia ajarkan kepada orang lain, walaupun ia telah meninggal dunia.

Baca Juga:  Muhasabah Diri, Kunci Sukses Kehidupan

Hal ini sesuai dengan hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, dimana Rasulullah ﷺ bersabda, “Siapa yang mengajak kepada kesesatan, dia mendapatkan dosa, seperti dosa orang yang mengikutinya, tidak dikurangi sedikitpun,” (HR. Ahmad 9398, Muslim 6980, dan yang lainnya).

Kedua perbuatan diatas yaitu menjadi pelopor perbuatan maksiat dan menjadi penyeru dan pengajak perbuatan kesesatan dan maksiat adalah hal yang sangat buruk dan harus kita jauhi. Jangan sampai kita menjadi orang yang perrtama-tama menggagas dan melakukan suatu perbuatan buruk yang akan menjadi bumerang bagi kita di akhirat kelak. Begitu juga dengan menyerukan perbuatan yang sesat, jangan sampai kita ikut menjadi salah satu penyerunya.

Kita sendiri tidak mengetahui apakah amal perbuatan kita sudah termasuk baik dan akan menolong kita di hadapan Allah SWT kelak atau tidak, maka jangan sampai kita menambah dosa yang akan terus bertambah yang sudah Rasulullah peringatkan dengan jelas. Jangan sampai kita menambah dosa yang akhirnya kita nantinya akan menyesal, dihari dimana semua penyesalan tidak akan berguna. Saatnya kita selam di dunia berusaha untuk menambah amaal perbuatan baik, dan beharap serta terus berdoa agar Allah SWT mengampuni semua dosa-dosa kita, Amiin… (materi:infoyunik)

Leave a Reply