Inilah Cara Wanita Melamar Pria Dalam Islam Secara Syar’i

Adakah cara dalam Islam bagi wanita untuk melamar pria? Sebagaimana biasanya yang sering kita lihat adalah para pria yang melamar wanita untuk menjadi seorang isterinya. Namun, ternyata dalam Islam juga terjadi dimana seorang wanita yang melamar pria untuk menjadi suaminya. Hal ini tentunya setelah dengan berbagai pertimbangan, dimana syarat utama adalah keshalihan dari sang pria tersebut, dan juga untuk menjaga diri si wanita dari hal-hal yang dilarang oleh agama Islam, maka diperbolehkan bagi seorang wanita untuk melamar pria lebih dahulu.

cara wanita melamar pria dalam islam
cara wanita melamar pria dalam islam. image: internet

Nabi Muhammad SAW sendiri beberapa kali mengalami peristiwa dilamar oleh wanita untuk menjadi suaminya, dan yang paling terkenal adalah saat menikah untuk pertama kalinya yaitu dengan Khadijah radhiyallahu ‘anha, dimana Khadijahlah yang melamar Rasulullah untuk menjadi suaminya disaat Muhammad belum diangkat Allah SWT menjadi nabi. Lamaran ini dilakukan dengan melalui perantaraan temannya yaitu Nafisah bntu Maniyah.

Selain itu ada lagi peristiwa dimana nabi dilamar oleh seorang wanita. Dari Tsabit al-Bunani bahwa Anas bin Malik pernah bercerita, Ada seorang wanita menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menawarkan dirinya untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia mengatakan, “Ya Rasulullah, apakah anda ingin menikahiku?”

Mendengar ini, putri Anas bin Malik langsung berkomentar, “Betapa dia tidak tahu malu… sungguh memalukan, sungguh memalukan.”

Anas membalas komentarnya, “Dia lebih baik dari pada kamu, dia ingin dinikahi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan menawarkan dirinya untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari 5120).

Dalam kitab Fathul Bari, wanita yang minta dinikahi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak haya satu. Al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqolani menyebutkan beberapa riwayat yang menceritakan para wanita lainnya, yang menawarkan dirinya untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, diantaranya Khaulah binti Hakim, Ummu Syuraik, Fatimah bin Syuraih, Laila binti Hatim, Zaenab binti Khuzaemah, dan Maemunah binti Al-Harits. (Fathul Majid, 8/525).

Inlah Cara wanita Melamar Pria Dalam Islam

Cara wanita islam dalam melamar pria dilakukan secara umum sesuai dengan kondisi lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Lalu bagaimanakah cara melamar wanita yang sering dilakukan dalam masyarakat: Inilah dia:

1. Wanita Menawarkan Diri Secara Langsung Kepada Pria Yang Diinginkan Menjadi Suaminya

Cara pertama ini adalah hal yang paling sering dilakukan dalam masyarakat Islam. Sebagai contohnya adalah sewaktu jaman nabi, seperti yang diceritakan Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu pada hadis di atas.

Selain itu ada pula yang disebutkan dalam riwayat lain dari Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu, ada seorang wanita menghadap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menawarkan dirinya, “Ya Rasulullah, saya datang untuk menawarkan diri saya agar anda nikahi.”

Setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memperhatikannya, beliau tidak ada keinginan untuk menikahinya. Hingga wanita ini duduk menunggu. Kemudian datang seorang sahabat, ‘Ya Rasulullah, jika anda tidak berkehendak untuk menikahinya, maka nikahkan aku dengannya,’ (HR. Bukhari 5030).

Dengan dua riwayat di atas, maka dalam Islam sah-sah saja jika seorang wanita datang langsung kepada seorang laki-laki yang diinginkan untuk menikah dengannya, dan menawarkan diri secara langsung.

2. Wanita Menawarkan Diri Melalui Perantara Orang Lain Yang Amanah

Selain melalui cara pertama dimana sang wanita datang secara langsung kepada seorang pria dan menawarkan dirinya untuk dinikahi, ada juga yang melalui perantara orang lain yang amanah. Orang yang amanah dalam hal ini termasuk sanak keluarganya seperti ayah, ibu atau saudaranya, dan juga teman yang dapat dipercaya.

Cara melamar seperti ini sudah dicontohkan yaitu sesuai dengan apa yang dilakukan oleh Khadijah radhiyallahu ‘anha yang telah melamar nabi Muhammad SAW melalui perantaraan Nafisah bintu Maniyah. Hal ini kemudian disetujui semua paman-pamannya dan juga paman Khadijah. Ketika akad dihadiri Bani Hasyim dan pembesar Bani Mudhar, dan ini terjadi 2 bulan sepulang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Syam berdagang barangnya Khadijah. (ar-Rahiq al-Makhtum, halaman. 51).

Selain contoh diatas, ada juga seperti yang dilakukan Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu, ketika putrinya Hafshah selesai masa iddah karena ditinggal mati suaminnya, Umar menawarkan Hafshah ke Utsman, kemudian ke Abu Bakr radhiyallahu ‘anhum.

Umar mengatakan, “Kemudian aku menemui Abu Bakar ash-Shiddiq dan berkata, ‘Jika engkau mau, aku akan nikahkan Hafshah binti ‘Umar denganmu.’ Akan tetapi Abu Bakar diam dan tidak berkomentar apa pun. Saat itu aku lebih kecewa terhadap Abu Bakar daripada kepada ‘Utsman,” (HR. Bukhari 5122 & Nasai 3272).

Lajnah Daimah pernah ditanyakan apa hukumnya bagi wanita muslimah yang menawarkan diri untuk melamar seorang pria agar menjadi suaminya. Lajnah kemudian mengeluarkan fatwa yang menyebutkan sebagai berikut: Jika dia seorang laki-laki yang shalih sebagaimana disebutkan maka disyari’atkan bagi wanita itu untuk menawarkan diri kepadanya atau yang semisalnya untuk dinikahi. Ini dibolehkan, sebagaimana yang telah dilakukan Khadijah radhiyallahu’anha.

cara melamar dalam islam
cara melamar dalam islam. image: internet

Demikianlah cara-cara wanita melamar pria dalam Islam sesuai dengan yang disyariatkan. Jadi tidak hanya pria saja yang berhak melamar seorang wanita, namun juga sebaliknya. Tentunya hal ini sesuai dengan pertimbangan yang matang, dimana keshalihan dari calon yang akan dilamar adalah faktor utama dari seseorang memilih calon pasangan hidup. Semoga bermanfaat. (referensi: konsultasisyariah).

Leave a Reply