Amalan Seorang Muslim Ketika Datang Hujan

GamisJilbabSyari.com – Sahabat muslimah, apakah ada yang mempunyai perasaan tertentu seperti senang, benci, jengkel, marah atau yang lainnya saat tiba-tiba turun hujan di daerah sahabat? Nah mungkin banyak yang mengeluh saat harus beraktifitas di luar rumah seperti berangkat ke kantor, kuliah, acara di luar rumah maupun belanja dan yang lainnya, tiba-tiba hujan turun dengan deras. Kita jadi susah, karena baju yang menjadi bawah, tidak dapat mengendarai kendaraan dengan cepat, dan harus memakai jas hujan juga payung untuk menghindari hujan ini, dan sebagainya. Nah sebenarnya bagaimana sih hujan ini, apakah berguna bagi kita atau tidak?

amalan seorang muslim saat hujan tiba
amalan seorang muslim saat hujan tiba. images: hidayatullah

Hujan adalah sebuah karunia yang tidak ternilai dari Allah SWT untuk hamba-hambaNya baik manusia, hewan dan tumbuhan. Karena dengan diturunkannya hujan ini alam menjadi segar, kotoran yang dibuat manusia seperti asap dan polusi menjadi hilang, tumbuhan dapat kembali tumbuh menghijau, dan tanaman yang ditanam oleh pak petani juga tumbuh dengan subur.  Dan dalam Islam sendiri, hujan adalah sesuatu pemberian yang sangat istimewa bagi makhluk hidup. Oleh karena itu dianjurkan bagi kita untuk melakukan amalan-amalan pada saat terjadinya hujan ini. Apa sajakah amalan yang bisa kita lakukan saat datang hujan? Mari kita simak ulasannya berikut ini.

Amalan Seorang Muslim Saat Datang Hujan

Adapun amalan-amalan yang dianjurkan untuk dilaksanakan oleh setiap muslim pada saat hujan turun antara lain:

  1. Bersyukur Atas Nikmat Diturunkannya Hujan

Allah SWT sangat menyayangi hamba-Nya, demikian juga kepada manusia. Salah satunya dengan diturunkan hujan di saat kekeringan melanda dan panas terik berlangsung. Apabila Allah sedang menurunkan hujan melalui malaikat-Nya, maka dianjurkan bagi kita untuk berdoa. Doa ini diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW ketika melihat turunnya hujan. Hal ini berdasarkan hadits dari Ummul Mukminin, ’Aisyah radhiyallahu ’anha,

”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, ”Allahumma shoyyiban nafi’an” (Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat).” (HR. Bukhari no. 1032, Ahmad no. 24190, dan An Nasai no. 1523).

Dan doa yang diucapkan adalah,

“Allahumma shoyyiban naafi’aa (Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat).”

Tentang hadits tersebut diatas Ibnu Baththol mengatakan, ”Hadits ini berisi anjuran untuk berdo’a ketika turun hujan agar kebaikan dan keberkahan semakin bertambah, begitu pula semakin banyak kemanfaatan.”

Al Khottobi mengatakan, ”Air hujan yang mengalir adalah suatu karunia.” (Syarh Al Bukhari, Ibnu Baththol, 5/18, Asy Syamilah).

  1. Saat Hujan Merupakan Salah Satu Waktu Terbaik Untuk Berdoa

Sahabat muslimah, salah satu waktu terbaik untuk berdoa adalah saat turunnya hujan. Hal ini seperti dijelaskan dalam beberapa hadits berikut:

  • Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, “Carilah do’a yang mustajab pada tiga keadaan : [1] Bertemunya dua pasukan, [2] Menjelang shalat dilaksanakan, dan [3] Saat hujan turun.” (Dikeluarkan oleh Imam Syafi’i dalam Al Umm dan Al Baihaqi dalam Al Ma’rifah dari Makhul secara mursal. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shohihul Jaami’ no. 1026).
  • Hadits dari Sahl bin Sa’d, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, “Dua do’a yang tidak akan ditolak: [1] do’a ketika adzan dan [2] do’a ketika ketika turunnya hujan.” (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Shohihul Jaami’ no. 3078).
  1. Dianjurkan Berwudhu dengan Air Hujan

Tahukah sahabat bahwa berwudhu dengan air hujan juga merupakan anjuran dari nabi Muhammad SAW? Dalam hal ini Ibnu Qudamah mengatakan, ”Dianjurkan untuk berwudhu dengan air hujan apabila airnya mengalir deras.”

Hadits yang menyebutkan tentang anjuran berwudhu dengan air hujan antara lain:

  • Dari Yazid bin Al Hadi, apabila air yang deras mengalir, Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, ”Keluarlah kalian bersama kami menuju air ini yang telah dijadikan oleh Allah sebagai alat untuk bersuci.”Kemudian kami bersuci dengan air tersebut dan memuji Allah atas nikmat ini.” (Dikeluarkan oleh Al Baihaqi dalam Sunan Al Kubro (3/359) dan Tuhfatul Muhtaj (1/567)). Namun, hadits di atas adalah hadits yang lemah karena munqothi’(terputus sanadnya) sebagaimana dikatakan oleh Al Baihaqi.
  • Hadits yang serupa dengan hadits di atas dan shahih, “Apabila air mengalir di lembah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallammengatakan, “Keluarlah kalian bersama kami menuju air ini yang telah dijadikan oleh Allah sebagai alat untuk bersuci.” Kemudian kami bersuci dengannya.”
  1. Jika Terjadi Hujan Terlalu Lebat

Jika terjadi hujan yang sangat lebaat dan sahabat kuatir nanti akan terjadi bencana atau hal yang tidak diinginkan dengan datangnya hujan tesebut, maka dianjurkan untuk berdoa. Dalam hal ini sesuai dengan hadits Nabi, dimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu saat pernah meminta diturunkan hujan. Kemudian ketika hujan turun begitu lebatnya, beliau memohon pada Allah agar cuaca kembali menjadi cerah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a, “Allahumma haawalaina wa laa ’alaina. Allahumma ’alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari [Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turukanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan].” (HR. Bukhari no. 1014).

doa ketika hujan turun
doa ketika hujan turun. image: internet

Ibnul Qayyim mengatakan, ”Ketika hujan semakin lebat, para sahabat meminta pada Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam supaya berdo’a agar cuaca kembali menjadi cerah. Akhirnya beliau membaca do’a di atas.” (Zaadul Ma’ad, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, 1/439, Muassasah Ar Risalah, cetakan ke-14, tahun 1407 H).

Syaikh Sholih As Sadlan mengatakan bahwa do’a di atas dibaca ketika hujan semakin lebat atau khawatir hujan akan membawa dampak bahaya. (Lihat Dzikru wa Tadzkir, Sholih As Sadlan, hal. 28, Asy Syamilah).

  1. Tidak Diperbolehkan Untuk Mencela Hujan

Hujan adalah bentuk dari kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya, dan merupakan salah satu nikmat yang diberikan-Nya kepada kita. Namun saat terjadi hujan turun dan disaat bersamaan kita merasa terganggu hajat kita dengan adanya hujan tersebut, maka tak jarang kita akan mencela dan menyayangkan terjadinya hujan. Hal ini tentu saja tidak diperbolehkan.

Sahabat muslimah tentunya sudah mengetahui bahwa setiap yang seseorang ucapkan, baik yang bernilai dosa atau tidak bernilai dosa dan pahala, semua akan masuk dalam catatan malaikat. Allah Ta’ala berfirman, ”Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaaf [50] : 18).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam haditsnya juga bersabda, “Sesungguhnya ada seorang hamba berbicara dengan suatu perkataan yang tidak dia pikirkan lalu Allah mengangkat derajatnya disebabkan perkataannya itu. Dan ada juga seorang hamba yang berbicara dengan suatu perkataan yang membuat Allah murka dan tidak pernah dipikirkan bahayanya lalu dia dilemparkan ke dalam jahannam.” (HR. Bukhari no. 6478).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menasehatkan kita agar jangan selalu menjadikan makhluk yang tidak dapat berbuat apa-apa sebagai kambing hitam jika kita mendapatkan sesuatu yang tidak kita sukai. Seperti beliau melarang kita mencela waktu dan angin karena kedua makhluk tersebut tidak dapat berbuat apa-apa.

Dalam sebuah hadits qudsi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman,

“Manusia menyakiti Aku; dia mencaci maki masa (waktu), padahal Aku adalah pemilik dan pengatur masa, Aku-lah yang mengatur malam dan siang menjadi silih berganti.” (HR. Bukhari no. 4826 dan Muslim no. 2246, dari Abu Hurairah).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, ”Janganlah kamu mencaci maki angin.” (HR. Tirmidzi no. 2252, dari Abu Ka’ab. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Dari dalil di atas terlihat bahwa mencaci maki masa (waktu) dan angin adalah sesuatu yang terlarang. Begitu pula halnya dengan mencaci maki makhluk Allah yang tidak dapat berbuat apa-apa lainnya seperti halnya dengan mencela hujan adalah tidak boleh

  1. Berdoa Setelah Hujan Turun

Setelah hujan turun kita juga dianjurkan untuk berdoa kepada Allah SWT, dengan memuji ke Maha Pengasih-Nya yang telah menurunkan hujan ini.

Dari Zaid bin Kholid Al Juhani, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallammelakukan shalat shubuh bersama kami di Hudaibiyah setelah hujan turun pada malam harinya. Tatkala hendak pergi, beliau menghadap jama’ah shalat, lalu mengatakan, ”Apakah kalian mengetahui apa yang dikatakan Rabb kalian?”

Kemudian mereka mengatakan,”Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui”. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Pada pagi hari, di antara hambaKu ada yang beriman kepadaKu dan ada yang kafir. Siapa yang mengatakan ’Muthirna bi fadhlillahi wa rohmatih’ (Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah),maka dialah yang beriman kepadaku dan kufur terhadap bintang-bintang. Sedangkan yang mengatakan ‘Muthirna binnau kadza wa kadza’ (Kami diberi hujan karena sebab bintang ini dan ini), maka dialah yang kufur kepadaku dan beriman pada bintang-bintang.” (HR. Bukhari no. 846 dan Muslim no. 71, dari Kholid Al Juhaniy).

Dari hadits ini terdapat dalil untuk mengucapkan ‘Muthirna bi fadhlillahi wa rohmatih’ (Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah) setelah turun hujan sebagai tanda syukur atas nikmat hujan yang diberikan.

Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin rahimahullahmengatakan, ”Tidak boleh bagi seseorang menyandarkan turunnya hujan karena sebab bintang-bintang. Hal ini bisa termasuk kufur akbar yang menyebabkan seseorang keluar dari Islam jika ia meyakini bahwa bintang tersebut adalah yang menciptakan hujan. Namun kalau menganggap bintang tersebut hanya sebagai sebab, maka seperti ini termasuk kufur ashgor (kufur yang tidak menyebabkan seseorang keluar dari Islam). Ingatlah bahwa bintang tidak memberikan pengaruh terjadinya hujan. Bintang hanya sekedar waktu semata.”

Demikianlah sahabat muslimah tentang amalan seorang muslim saat datangnya hujan. Hujan adalah nikmat dan karunia Allah SWT, oleh karena itu kita wajib bersyukur atas segala pemberian-Nya. Dengan terus mengingat Allah dan bersyukur niscaya Allah akan semakin menyayangi kita, insya Allah.

sumber: islampos

Leave a Reply