6 Terapi Pengobatan Efektif yang Jarang Disadari

Terapi pengobatan efektif sebenarnya sudah diajarkan oleh nabi Muhammad SAW kepada umat Islam, dan dipraktekkan oleh para sahabatnya, ulama dan juga orang-orang sholeh lainnya. Namun dengan semakin berkembangnya teknologi barat yang mendominasi dunia, teknik pengobatan Islam seakan menjadi lenyap, dan gaungnya sama sekali hilang seolah ditelan oleh waktu.

6 Terapi Pengobatan Efektif Dalam Islam Yang Jarang Disadari

terapi pengobatan efektif ala nabi
terapi pengobatan efektif ala nabi

Nah bagi sahabat muslimah yang ingin mengetahui dan mempraktekkan terapi pengobatan efektif warisan Rasulullah ini, berikut ini adalah 6 pokok pengobatan dan terapi yang sangat berguna bagi kita, yaitu:

1. Istighfar

Terapi pengobatan yang pertama adalah istighfar. Istighfar adalah obat serta penyembuh yang efektif dari dosa dan kesalahan. Apabila Anda sedang khawatir, sedih, dan cemas, beristighfarlah! Sebab, ia dapat menghalau awan hitam kecemasan dan menghilangkan mendung kesedihan. Ia adalah sarana penyembuh dan obat yang tepat.

Allah telah memerintahkan hambaNya agar bertobat dan beristighfar dalam banyak ayat yang tercantum dalam kitab-Nya yang mulia. Dia juga memuji orang-orang yang beristighfar dan menjanjikan kepada mereka pahala yang besar.

Akan tetapi, ada sebuah masalah yang harus kita perhatikan, yakni mayoritas orang meyakini istighfar itu (hanya) dengan lisan saja. Salah seorang di antara mereka berucap, “Astaghfirullah (aku memohon ampun kepada Allah)”, namun kemudian tidak didapati dari kalimat ini suatu pengaruh di dalam hati. Sebagaimana pula tak terlihat adanya pengaruh pada anggota badannya. Istighfar semacam ini sebenarnya merupakan perbuatan para pendusta. Karena itu, hendaknya meneliti kembali kebenaran istighfar kita, agar kita tidak termasuk dalam golongan para pendusta yang beristighfar (hanya) dengan lisan, sementara mereka (pendusta) tetap melakukan kemaksiatan.

2. Doa

Doa adalah salah satu terapi pengobatan yang jarang disadari. Doa adalah obat yang efektif dan anak panah yang tepat sasaran. Dengan doa, seorang hamba bisa meraih kenikmatan dunia dan akhirat. Oleh karena itu, barangsiapa yang diberi taufik oleh Allah untuk banyak berdoa serta selalu melantunkannya dan menjaga adab-adabnya, maka bergembiralah dengan dekatnya jawaban dan akan datangnya kelapangan.

Ibnul Qayyim mengatakan, yang artinya, Doa ialah obat yang paling bermanfaat, dialah lawan bala’ yang akan menolak, membereskan, dan menahannya agar tidak terjadi, serta mengangkat atau meringankannya bila benar-benar terjadi. Dialah senjata orang beriman, yang bila bertemu dengan bala’ maka akan ada tiga kemungkinan; (1) Ia lebih kuat dari bala’ sehingga dapat menghilangkan bala’ tersebut, (2) Ia lebih lemah dari bala’ sehingga terkalahkan oleh bala’ dan menimpa hamba tersebut, akan tetapi meski lemah ia bisa meringankannya, (3) Keduanya seimbang dan saling mendorong, hal ini sebagaimana yang diriwayatkan Aisyah ra, bahwa Rasulullah bersabda, yang artinya;

“Kewaspadaan tidak mampu menolak takdir, sedang doa mampu memberikan manfaat terhadap musibah baik yang sudah menimpa maupun yang belum menimpa. Apabila bala’ turun, ia akan ditemui doa, kemudian keduanya akan berbenturan hingga hari kiamat,” HR. Thabrany dan Hakim, hadits hasan.

3. Sholat

Salah satu fakta agung dan realitas istimewa yang berhasi disingkap adalah mukjizat dan keagungan sholat yang diwajibkan Allah kepada segenap hamba-Nya. Telah terbukti bahwa sholat dapat memberikan berbagai manfaat dan hikmah yang tidak dapat dihitung oleh para penghitung handal sekalipun, karena amalan ini merupakan penghubung antara seorang hamba dengan Sang Penciptanya. Sholat juga dapat menjadi lentera yang akan menerangi jalan hidup seorang hamba.

Ibnul Qayyim mensifati sholat dengan mengatakan, “Sholat dapat mencegah perbuatan dosa, mengobati penyakit hati, menghilangkan penyakit jasmani, mendatangkan rezeki, dan menyehatkan badan serta jiwa.”

Sholat juga dapat menerangi hati, melapangkan dada, serta menggairahkan jiwa dan raga. Merehatkan hati dan membuat hati tenang serta menghilangkan kegundahan dan kegalauan merupakan faktor paling utam auntuk memulihkan kesehatan tubuh. Faktor tersebut juga bisa menjadi pencegahan terhadap berbagai penyakit dan dapat meringankan penderitaan (rasa sakit). Tentunya, itu merupakan obat yang sangat mujarab, manjur, dan dapat dirasakan. Faktor tersebut hanya bisa didapat melalui sholat, khususnya dalam sholat malam di sepertiga malam terakhir.

4. Ruqyah Syar’iyyah

Ketenangan jiwa dan kekuatan iman akan banyak membantu seseorang untuk bertahan. Tidak hanya terhadap penyakit-penyakit yang bersifat psikis saja, bahkan sakit jasmani. Pembahasan mengenai ruqyah syar’iyyah sudah pernah kami sampaikan di postingan sebelumnya mengenai Cara yang Benar Ruqyah Syar’iyyah.

5. Puasa

Puasa adalah sebuah kondisi dimana badan tidak mengonsumsi makanan untuk beberapa saat atau beberapa waktu. Pada saat puasa, tubuh manusia akan menghasilkan kekuatan dari zat gula yang tersimpan terlebih dahulu. Yakni zat yang berbentuk glukosa, tersimpan dalam hati dan otot. Zat-zat gula yang telah tersimpan ini pada awal-awal pelaksanaan puasa akan dipergunakan untuk menghasilkan tenaga, lalu tubuh akan bergantung pada zat lemak yang tersimpan. Namun, hal itu sama sekali tidak akan menghabiskan lemak yang ada dalam jaringan sel-sel tubuh yang fundamental, meski jangka waktu puasa cukup lama. Setelah itu, tubuh akan mengumpulkan elemen-elemen yang muncul dari proses ini dan menggunakannya kembali untuk menghasilkan kekuatan, sekaligus menjaga organ-organ dan jaringan tubuh yang vital pada saat berpuasa. Jika puasa berlanjut hingga waktu lama, tubuh akan menghabiskan glikogen dan lemak. Saat itulah badan melakukan oksidasi dengan materi-materi protein, yang kemudian ia ubah menjadi gula agar terjamin kebutuhan energinya. Ini berarti sebuah proses penghancuran jaringan-jaringan protein yang terkandung dalam daging dan urat. Ilmuwan menyebutnya dengan nama pelarutan.

6. Sedekah

Dengan sedekah, Allah menghilangkan berbagai musibah. Ini adalah salah satu perkara yang lumrah diketahui orang, baik yang terpelajar maupun awam. Dan penghuni bumi ini juga mengakui hal tersebut karena mereka mempraktikkannya. Ibnul Qayyim.

*Artikel di atas disarikan dari buku Terapi dengan Ibadah karya Hasan bin Ahmad Hammam.

Leave a Reply